“Bukan malah percaya yang begitu-begitu. Jangan percaya iming-iming orang lain apalagi eksternal. Harus punya ukuran, jangan diikutin. Ikutin orang jelek, ngapain diikutin,” tegas pria yang dilantik sebagai Pj Gubernur Banten pada 12 Mei 2022 lalu ini.
Kata dia, para prinsipnya, tidak ada, tidak boleh, dan tidak akan ada pelantikan “berbayar” di era kepemimpinannya. Ia pun tak ada dan tidak mau disetir oleh orang lain terkait penempatan jabatan.
“Ya kok bisa bilang akan ditempatkan di sini di situ, wong saya yang tanda tangan saja belum tahu dan belum tanda tangan,” tegas Al. Untuk itu, para pegawai harus cerdas dan berdedikasi.
Terkait reformasi birokrasi, Al mengaku tidak lambat. Ia hanya memenuhi standar mekanisme yang berlaku dan ada prosedur. Hal itu sudah dibuktikan dengan kepala sekolah dan pengawas.
“Jadi kan prosedur adalah sistem kerja saya lebih di situ pegangannya. Bahwa dinilai lambat, itu kan sudut pandang. Saya selalu mempedomani aspek-aspek yang berbasis regulasi hal-hal yang mempunyai term waktu. Termasuk harus memenuhi langkah-langkah pengkonsultasian, harus dipenuhi semua,” tegasnya.











