Sehingga, kata Tatu, kekurangan tersebut dapat terpenuhi oleh keberadaan sekolah swasta. “Karena soal pendidikan kita menjadi program prioritas untuk meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia-red),” ucapnya.
Ketua Pengurus Besar Mathlaul Anwar KH Embay Mulya Syarif mengatakan, para santri harus diajarkan ilmu kemasyarakatan yang tidak diajarkan di pesantren.
“Supaya mereka tidak gagap saat sudah lulus dari pesantren, karena bagaimana pun mereka akan terjun ke masyarakat,” katanya.
Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Hasyim Sya’ban mengatakan, ada 57 santri yang akan melakukan pengabdian kepada masyarakat selama dua minggu. Mereka ditempatkan di enam lokasi di wilayah Kabupaten Serang.
Melalui program ini, kata Hasyim, mereka diajarkan untuk bermasyarakat. Mereka akan memahami persoalan masyarakat kemudian belajar untuk memecahkannya. “Program ini dilakukan setiap tahun untuk siswa kelas akhir,” pungkasnya. (*)
Reporter: Abdul Rozak
Editor: Abdul Rozak











