Syaiful mengatakan, pihaknya juga tengah mengkaji dan mengevaluasi secara menyeluruh terhadap operasional bus anggrek.
“Kita sedang kaji juga supply and demand-nya tahun ini. Kita lihat lagi (rute yang banyak penumpang-red), dan mana yang tidak (yang sedikit penumpang akan dikaji-red),” ucapnya.
Selain itu, sambung Syaiful, pihaknya juga sedang memploting titik mana yang banyak dilalui angkot, sehingga hal ini berbenturan dengan bus Anggrek. “Juga ketepatan waktu dan kenyamanannya sedang kita buat,” ujarnya.
Syaiful menegaskan sampai saat ini bus Anggrek masih gratis, karena masih tahap sosialisasi. Ia mengungkapkan anggaran operasional satu bus Anggrek tiap bulannya sekitar Rp 2,5 juta.
“Itu untuk bensin saja, kalau supir beda lagi, bukan di bagian kami,” jelasnya.
Terkait penambahan armada, pihaknya juga sedang mempertimbangkan dengan mengadakan kolaborasi dengan pihak swasta. “Jadi sampai sekarang masih jalan melayani masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Mastur











