RADARBANTEN.CO.ID – Dibulan Ramadan, kaum muslimin dan muslimat terkadang harus melakukan mandi wajib (junub) karena hadas besar.
Hadas besar tersebut disebabkan oleh selesainya masa haid (bagi perempuan), selesai berhubungan badan, atau karena mimpi yang mengakibatkan keluarnya air mani (bagi kaum pria), tentu menjadi problema tersendiri saat akan melaksanakan puasa di bulan Ramadan.
Agar bisa kembali berpuasa, maka hadas besar tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu dengan mandi wajib (junub).
Lalu, bagaimana jika mandi wajib tidak segera dilaksanakan?
Di bulan Ramadan, beberapa orang tidak melaksanakan mandi wajib hingga waktu subuh tiba karena berbagai hal. Baik karena terlalu dingin ataupun karena tidak enak badan.
Apakah puasa kita tetap akan sah jika tidak mandi wajib terlebih dahulu?
RADARBANTEN.CO.ID melansir penjelasan dari laman Kemenag, Senin (13/3/2023), memaparkan bahwa menurut para ulama, bagi orang yang dalam kondisi tersebut pada saat Ramadan melaksankan wajib setelah waktu subuh.
Dijelaskan pula, pernah suatu ketika di waktu subuh Nabi Muhammad SAW dalam keadaan junub dari jimak, kemudian beliau mandi dan berpuasa.
Perbuatan dari Nabi SAW itu menjadi dasar tentang boleh atau tidaknya menunda mandi wajib sampai waktu fajar tiba. Sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Sayidah Aisyah dan Ummu Salamah ;
Sesungguhnya Nabi Saw pernah ketika waktu Subuh dalam keadaan junub dari jimak, kemudian beliau mandi dan berpuasa. Hadis diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim. Dan Imam Muslim menambahi dalam hadis yang bersumber dari Ummi Salamah: ‘Dan Nabi Saw tidak mengqada puasanya.
Namun alangkah baiknya jika mandi wajib dilaksanakan pada waktu sebelum subuh atau setelah santap sahur.
Hal tersebut penting dilakukan supaya kita dalam keadaan bersih atau suci agar salat subuh tepat waktu.
Adapun soal tata cara mandi wajib, bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini :
- Membaca niat mandi junub.
- Membasuh tangan kanan dan kiri sebanyak tiga kali.
- Membersihkan kemaluan dan bagian lain yang dianggap kotor, seperti dubur, ketiak, pusar, hingga sela jari kaki menggunakan tangan kiri.
- Mencuci kembali kedua tangan agar terhindar dari najis.
- Berwudu.
- Membasuh rambut dan kepala dengan sela-sela jari yang basah.
- Mengguyur kepala sebanyak tiga kali secara menyeluruh di bagian kepala dan kulit kepala.
- Menyiram tubuh secara merata dari ujung rambut hingga ujung kaki, dimulai dari bagian kanan lalu dilanjutkan ke bagian kiri.
Penulis: Indra Sena
Editor: Aas Arbi











