Ia berjanji, Pemkab Serang akan turut mendukung, termasuk mengajak perusahaan dan perbankan untuk ikut membantu menyempurnakan kekurangannya.
“Nanti kita bantu cari barista agar bisa ada menu kopi yang enak, lalu kita upayakan ada atraksi kesenian tradisional, karena panggung udah ada,” ujarnya.
Dijelaskan Tatu, seperti halnya Desa Wisata pertama di Kabupaten Serang yakni Desa Cikolelet, Kecamatan Cinangka yang mendapat pendampingan dari Kampus Trisakti, Desa Wisata Bumi Tirtayasa juga bakal melakukan hal serupa.
Hal itu dimaksudkan guna mensinkronisasi dan integrasi dengan Wisata Religi Tanara. Jadi selain wisata religi, ada destinasi wisata lain yang bisa menjadi alternatif pilihan bagi wisatawan.











