Indonesia dinyatakan menduduki peringkat 60 dari 61 negara yang diriset soal membaca. Indonesia berada di bawah Thailand yang berada di urutan 59 dan berada di atas Botswana (urutan 61).
Fakta soal minat baca masyarakat Indonesia itu menjadi lebih memprihatinkan jika melihat jumlah pengguna smartphone. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyebut bahwa perkembangan penggunaan telepon pintar meningkat setiap tahun.
November 2022 lalu, Kemenkominfo RI merilis, ada 167 juta orang atau 89 persen penduduk Indonesia yang menjadi pengguna aktif smartphone.
Data wearesocial mengungkap bahwa orang Indonesia bisa menatap layar smartphone bisa sekitar 9 jam per hari. Jadi, wajar jika orang Indonesia menempati urutan ke-5 dunia dalam hal cerewet di media sosial.
Hasil riset Semiocast, sebuah lembaga independen di Paris, melaporkan bahwa warga Jakarta lah yang paling cerewet di media sosial. Sepanjang hari, mereka paling aktif berikicau di Twitter. Melebihi Tokyo dan New York.
Riset itu juga mendudukkan Bandung sebagai kota keenam tercerewet di Twitter. Berarti, Indonesia memiliki rekor dua kota yang masuk riset Semiocast.
Melihat fakta di atas, tak heran jika Indonesia menjadi sasaran empuk penyebaran info hoaks, provokasi, dan fitnah. (*)
Editor: Agus Priwandono











