PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Pandeglang mengakui kondisi gedung perpustakaan daerah saat ini belum representatif. Meski begitu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong minat baca masyarakat.
Kepala DPAD Pandeglang, Neneng, tidak menutup mata bahwa kondisi gedung sekarang jauh dari kata ideal. Hal ini berhubungan dengan angka Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Pandeglang yang masih rendah.
“Ya kita tahu lah, indeks literasi masyarakat di kita juga masih rendah. Makanya kita coba edukasi lewat kegiatan-kegiatan. Salah satunya kemarin kita bikin acara pakai media lagu, biar jadi pengingat pentingnya membaca,” kata Neneng, Kamis 21 Agustus 2025.
Meski belum maksimal, Neneng menyebutkan bahwa indeks literasi di Kabupaten Pandeglang mulai menunjukkan adanya peningkatan.
“Ada kenaikan sih. Dari awal 2023 yang masih di bawah 50 persen, sekarang udah tembus 58 persen,” ujarnya.
Neneng berharap ada dukungan lebih solid dari pemerintah pusat maupun daerah dengan tujuan memiliki gedung perpustakaan yang lebih representatif dan nyaman bagi masyarakat.
“Harapannya bisa terbantu lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik dari perpustakaan pusat. Tapi jangan cuma non-fisik, ya. Kalau bisa ada DAK fisik dan perencanaan juga, biar kita bisa punya perpustakaan yang representatif,” jelas Neneng.
Editor : Merwanda











