3. Kekurangan taurin
Taurin merupakan jenis asam amino yang berfungsi untuk mengendalikan kadar kolesterol jahat dalam darah dan liver (organ hati). Ketika puasa, Anda mungkin saja kekurangan taurin. Taurin bisa didapatkan dari zat seng (zinc) dan vitamin A.
Sumber pangan yang tinggi taurin, antara lain, bayam, brokoli, dan jamur. Mengingat sepanjang pagi sampai sore tubuh tidak mendapatkan asupan nutrisi zat seng dan vitamin A, tubuh pun jadi kekurangan taurin dan kadar kolesterol jadi sulit dikendalikan.
Dikutip dari halaman www.siloamhospital.com, ada sembilan menu makanan yang menjadi pantangan bagi pengidap kolesterol tinggi.
1. Gorengan
Gorengan mengandung kalori dan lemak trans/lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Hal ini juga berlaku pada sayuran yang digoreng seperti kol goreng.
Kondisi ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Itu sebabnya pengidap kolesterol tinggi disarankan untuk membatasi konsumsi gorengan.
2. Makanan cepat saji
Pantangan kolesterol tinggi selanjutnya adalah makanan cepat saji atau fast food.
Di samping mengandung kolesterol tinggi, makanan cepat saji juga memiliki kandungan lemak jenuh atau lemak trans, dan gula yang tinggi yang dapat memicu kolesterol serta masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kenaikan berat badan.
3. Jeroan
Jeroan adalah makanan yang kaya akan kandungan zat besi, sehingga bisa memberikan manfaat bagi tubuh. Di sisi lain, pengidap kolesterol tinggi harus berhati-hati dalam mengonsumsi makanan yang satu ini.
Karena itu penderita kolesterol dan asam urat disarankan untuk membatasi konsumsi jenis makanan ini.
4. Daging olahan
Makanan pantangan kolesterol tinggi berikutnya adalah daging merah atau daging olahan. Beberapa jenis makanan instan seperti burger dan sosis menggunakan bahan utama daging merah yang memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi.
Daging olahan juga sering dikaitkan dengan makanan pemicu kanker dan penyakit jantung.
Menurut penelitian, daging olahan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Bahwa, menambahkan 50 gram porsi daging olahan per hari mampu meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 42persen.
5. Kulit ayam
Daging ayam merupakan salah satu makanan yang aman bagi pengidap kolesterol selama Anda memilih bagian yang tepat. Bagian ayam yang perlu dihindari oleh penderita kolesterol adalah kulit ayam.
Kulit ayam adalah lemak. Jika pengolahannya dengan cara digoreng menggunakan minyak, jumlah kalori dan kolesterol pun semakin meningkat.
6. Kuning telur
Kuning telur mengandung protein yang baik bagi kesehatan tubuh. Makanan ini juga cocok dikonsumsi sebagai menu diet.
Meski begitu, pengidap kolesterol tinggi perlu berhati-hati mengonsumsinya, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Karena, dalam satu kuning telur mengandung sekitar 186 miligram kolesterol. Jumlah tersebut telah melebihi setengah dari asupan harian kolesterol maksimal yang direkomendasikan, yakni 150 miligram (kebutuhan kalori harian yang direkomendasikan adalah di bawah 300 miligram).
7. Udang
Meski dikenal rendah lemak, udang juga merupakan makanan yang mengandung kolesterol cukup tinggi. Di dalam 100 gram udang mentah terdapat 189 miligram kolesterol. Angka ini lebih dari setengah asupan kolesterol harian yang disarankan.
8. Makanan Manis
Beberapa makanan manis seperti cake, cookies, atau donat mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang tinggi karena campuran mentega di dalamnya. Rasa manis dari makanan ini pun berasal dari gula yang dapat meningkatkan kadar trigliserida darah atau lemak darah (lipid).
Kedua hal tersebut termasuk dalam faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya penyakit jantung koroner.
9. Sarden
Sarden juga salah satu makanan laut yang kaya akan kolesterol. Di dalam 1 ons sarden terdapat sebanyak 40 miligram kolesterol.
Apabila dikonsumsi secara berlebihan, maka kadar kolesterol dalam tubuh akan meningkat lebih cepat. Terlebih, makanan kaleng umumnya mengandung garam (natrium) yang tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.
Mengingat kondisi kesehatan setiap orang berbeda-beda, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter seputar makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi. (mg-03/don)











