LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Rumah buruh tani di Kampung Kosa, Desa Koleletwetan, Kecamatan Rangkasbitung, rusak berat dan terancam ambruk jika tidak segera diperbaiki.
Kini, rumah dengan konstruksi panggung itu sudah menggunakan tiang penyangga untuk menopang bangunan tersebut agar tidak roboh.
Tokoh pemuda Kampung Kosa, Desa Koleletwetan, Sutiar mengatakan, rumah panggung milik Edi tersebut dihuni lebih dari delapan orang. Pemilik rumah merupakan buruh tani dengan penghasilan yang tidak menentu. Karena itu, Edi sampai sekarang kesulitan untuk memperbaiki rumah, karena uang diperolehnya hanya cukup untuk makan dan biaya pendidikan anak-anaknya.

“Kondisi rumah cukup memprihatinkan. Bagian belakang rumah sudah menggunakan tiang penyangga agar tidak ambruk,” kata Sutiar kepada Radar Banten, Minggu 26 Maret 2023.
Tidak hanya itu, pemilik rumah dihantui rasa was-was ketika hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah Kosa dan sekitarnya. Mereka khawatir, rumah yang sudah ditempatinya selama belasan tahun itu ambruk dan membahayakan keselamatan penghuninya.
Untuk itu, pria yang akrab disapa Iyang ini meminta kepada pemerintah daerah dan para dermawan membantu keluarga buruh tani tersebut. Sehingga mereka bisa memperbaiki rumahnya tersebut agar tidak ambruk.
“Harapannya ada uluran tangan dari pemerintah atau siapapun. Karena kondisinya sudah rusak berat. Bahkan, dinding rumah sebagian sudah ditambal,” harapnya.
Kepala Desa Koleletwetan Agus Ruhyat menyatakan, akan berupaya maksimal untuk memperbaiki rumah warganya yang rusak berat tersebut. Bahkan, dirinya akan mengajukan bantuan kepada Baznas dan Dinsos Lebak. Harapannya, ada bantuan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi buruh tani di desanya tersebut.
“Saya akan upayakan bantuan untuk perbaikan rumah Pak Edi. Karena kondisinya sudah tidak layak huni dan membahayakan keluarganya,” ungkapnya.
Dijelaskan Agus, jika ada bantuan dari pemerintah daerah dan masyarakat, pihak desa berencana akan melakukan kegiatan pemugaran rumah secara gotong royong. Sehingga beban biaya untuk perbaikan rumah tersebut tidak terlalu besar.
“Kalau kondisi cuaca baik, kita enggak khawatir. Tapi jika terjadi cuaca buruk dan angin kencang, kita takut akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kondisi rumah tersebut sudah sangat rapuh,” tukasnya.(*)
Reporter : Mastur











