“Untuk persiapan-persiapan, pertama kita mengecek masalah paspor. Paspor lunas tunda itu kita cek apakah sudah expired atau sudah mati harus diperpanjang,” katanya.
Kemudian, pihaknya juga mempersiapkan layanan yang belum punya paspor. Jadi melakukan persiapan serta menginformasikan kepada calon jamaah haji untuk melengkapi persyaratan.
“Sekarang ada program baru, yaitu aplikasi Saudi Visa Bio untuk seluruh jamaah haji Indonesia. Aplikasi ini digunakan dalam proses penerbitan visa melalui pendaftaran fitur biometrik wajah, sidik jari, serta fotokopi paspor,” katanya.
Penggunaan aplikasi Saudi Visa Bio ini memungkinkan jamaah melakukan pendaftaran secara mandiri, tanpa perlu mengunjungi kedutaan dan konsulat Arab Saudi atau pusat penerbitan visa di Indonesia. Aplikasi Saudi Visa Bio merupakan kesepakatan dihasilkan dalam pertemuan antara Tim Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag dengan delegasi Arab Saudi di Kantor Kedutaan Besar Arab Saudi.
“Penggunaan aplikasi Saudi Visa Bio ini wajib bagi seluruh jamaah. Karena bertujuan memberikan kemudahan dan kecepatan pemeriksaan jamaah saat datang di bandara Arab Saudi,” katanya.
Salah seorang calon jamaah haji, Wawan mengucapkan, syukur alhamdulilah tahun ini masuk daftar keberangkatan haji.
“Saat ini saya lagi ngurus paspor karena sudah mati. Tapi memang untuk pengurusan paspor harus ke Serang,” ungkapnya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Mastur











