Menurutnya, JLS selama ini banyak digunakan oleh industri dan pelaku usaha seperti perhotelan, dan tambang pasir yang melebihi tonase atau kekuatan jalan.
Sedangkan, pemerintah membangun JLS itu sudah ada ukuran kapasitas jalan idan muatan tonase.
Industri dan pelaku usaha bahkan tidak hanya menggunakan JLS sebagai akses transportasi, tapi juga memanfaatkan jalan itu sebagai tempat parkir.
Padahal, beban yang diberikan oleh kendaraan yang parkir lebih berat dibandingkan dengan kendaraan yang berjalan.
Karena itu, jika industri dan pelaku usaha tidak mau peduli, lebih jalan itu diportal sehingga jalan lebih banyak dimanfaatkan oleh kepentingan masyarakat di Kota Cilegon.
Kemudian, pemerintah pun tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk terus menerus memperbaiki jalan.
Rahmatulloh menilai pemerintah boleh saja memportal JLS karena jalan tersebut milik Pemkot Cilegon.
“Boleh saja pemerintah melakukan itu, karena jalan itu dibangun oleh APBD Cilegon, itu aset Kota Cilegon buka jalan provinsi atau pemerintah pusat,” tuturnya.
Akhir pekan lalu, saat dikonfirmasi, industri di Kota Cilegon nampaknya belum siap untuk memperbaiki JLS.
Dikonfirmasi Radar, koordinator industri, Malim Hander Joni mengaku masih melakukan tahap koordinasi dengan sejumlah industri.
“Sedang berjalan persiapan koordinasinya,” ujar Joni saat dikonfirmasi Radar Banten, Minggu 26 Maret 2023.
Reporter Bayu Mulyana
Editor: Ahmad Lutfi











