RADARBANTEN.CO.ID – Tentu terkadang kita bosan dengan menu buka puasa yang itu-itu saja, tidak ada salahnya jika menikmati menu buka puasa yang berbeda. Contohnya menu buka puasa khas Arab.
Ada banyak kuliner Arab yang sering dijadikan menu buka puasa saat bulan Ramadan. Menu buka puasa khas Arab ini bisa dijadikan sumber inspirasi untuk mencoba atau mencicipi rasa baru saat membatalkan puasa Ramadan.
Lalu apa saja menu buka puasa Khas Arab yang bisa dicoba sebagai selingan sajian makanan Ramadan?
Mari kita ulas tentang karakter atau ciri khas makanan atau masakan Arab terlebih dahulu.
Karakter makanan atau masakan khas Arab sendiri memiliki beberapa ciri khas mendasar yang terbentuk dari ketersediaan bahan baku yang sama pada wilayah jazirah Arab.
Seperti yang kita ketahui wilayah Arab atau Timur Tengah amatlah luas dan mempunyai banyak negara, beragam bahasa dan budaya serta kebiasaan.
Ciri khas pertama dari makanan atau masakan khas Arab memakai rempah-rempah yang kuat. Rempah-rempah yang dipakai berbeda dengan yang biasa yang digunakan di Indonesia.
Rempah bubuk kayu manis, safron, lemon, kapulaga dan juga parsley biasa digunakan pada masakan khas Arab untuk menekan rasa makanan dan menciptakan rasa yang sedikit asam, bau yang khas dan cita rasa yang unik.
Masakan Arab terbiasa menggunakan banyak olahan dari daging Kambing. Dominasi daging kambing pada resep kuliner Arab merupakan ciri khas kedua dari masakan atau makanan Arab.
Banyak sekali olahan daging kambing dengan penyajian yang cukup beragam. Misalnya sate, kebab, nasi kebuli dan lainnya.
Porsi besar sajian makan atau masakan Arab adalah ciri khas ketiga dari kuliner arab. Satu porsi makan untuk satu orang Arab sama dengan 2 hingga tiga lipat porsi makan orang Indonesia.
Hal itu dikarenakan penduduk asli Arab memiliki postur tubuh yang tinggi besar. Selain itu, berbeda pula dengan orang Indonesia, orang Arab lebih senang mengonsumsi nasi dan roti pada setiap jam makan.











