PANDEGLANG,RADARBANTEN.CO.ID-Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencemaskan keselamatan warga pesisir pantai Selatan Kabupaten Pandeglang dari ancaman tsunami. Kecemasan BMKG didasari dari tidak adanya alat atau sirine peringatan tsunami yang dipasang sepanjang pesisir pantai selatan Pandeglang.
Padahal wilayah pesisir pantai selatan potensi bencana gempa bumi dan tsunami sangat tinggi. Karena daerahnya berhadapan langsung dengan subduksi Megatrust Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, Sesar Ujung Kulon, Zona Graben Selat Sunda dan Erupsi Gunung Anak Krakatau.
Menurut, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Klas-1 Tangerang, Dinda Ayu, dari hasil penelusurannya di Selatan Pandeglang itu tidak ada satu pun alat sirine peringatan tsunami.
“Sirine peringatan bencana tsunami atau early warning system di Selatan Pandeglang itu enggak ada sama sekali. Bahkan di Lebak juga tidak ada, jadi saya menyayangkan,” katanya dalam acara workshop penyusunan draft nol kontingensi bencana gempa dan tsunami di Hotel Horison Altama, Pandeglang, akhir pekan lalu.
Dina menyayangkan, sirine peringatan tsunami dipasang di pesisir pantai barat Pandeglang. Sementara di pesisir pantai Selatan Pandeglang tidak ada.
“Tak ada satupun sirine terkait dengan peringatan bencana tsunami. Mari kita mendorong untuk pengadaan sirine di selatan Pandeglang karena itu daerahnya berhadapan langsung dengan subduksi Megatrust Indoaustralia dan Eurasia,” katanya.
Kekuatan gempa bumi Megatrust berpotensi 8,7 Skala Richter. Kemudian patahan Sunda di Ujung Kulon berpotensi 7,2 Skala Richter.
“Jadi kemungkinan Pandeglang ini wilayah yang rawan gempa bumi dari Megatrust ada di sebelah selatan Pandeglang. Kemudian sebelah Ujung Kulon juga ada sesar berkekuatan 7,2 Skala Richter,” katanya.
Di selatan Pandeglang juga terdapat daerah kekosongan kegempaan. Biasanya gempa – gempa itu episentrum (episenter) atau titik pertemuan pusat gempa akan terletak di pertemuan lempeng-lempeng di selatan.
“Dia akan mengikuti, garis khayal dia akan berada di selatan Pulau Jawa. Lalu kenapa di selatan Pandeglang ini ada kekosongan seisimik, atau kenapa episenterumnya tidak padat, bukannya di Pandeglang sering gempa iya memang tapi kan dengan magnitudo kecil,” katanya.











