Keluarga Rasulullah SAW, kemudian pulang ke rumah dengan wajah berseri-seri. Selanjutnya, sahabat beliau, Ibnu Rafi’i bermaksud untuk mengucapkan selamat Idul Fitri kepada keluarga putri Rasulullah SAW.
“Sesampainya di depan pintu rumah, Ibnu Rafi’i kaget melihat hidangan yang dikonsumsi oleh keluarga Rasulullah SAW. Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah, Sayyidina Hasan dan Sayyidina Husein yang masih balita, dalam Idul Fitri makanannya adalah gandum basi tanpa mentega,” katanya.
Gandum basi yang baunya hingga tercium sampai ke depan pintu. Saat itu juga, Ibnu Rafi’i berucap istighfar, sambil mengusap-usap dadanya seolah ada yang nyeri di sana.
“Air mata Ibnu Rafi’i berlinang butiran bening, perlahan butiran itu menetes di pipinya. Dalam dada Ibnu Rafi’i berkecamuk, kemudian setengah lari ia pun bergegas menghadap Rasulullah SAW,” katanya.
Setibanya, di depan Rasulullah SAW, Ibnu Rafi’i mengatakan, ya Rasulullah, ya Rasulullah, ya Rasulullah. putra baginda, putri baginda dan cucu baginda, tengoklah sendiri oleh baginda, saya tidak kuasa mengatakan semuanya,” katanya.
Lalu Rasulullah SAW, bergegas menuju rumah Sayyidatuna Fathimah Az-Zahra. Setibanya di teras rumah, tawa bahagia mengisi percakapan antara Sayyidina Ali, Sayyidatuna Fathimah dan kedua anaknya.
“Mata Rasulullah SAW pun berlinang. Butiran mutiara bening menghiasi wajah Rasulullah SAW nan suci,” katanya.
Air mata Rasulullah pun berderai, melihat kebersahajaan putri beliau bersama keluarganya. Pada hari yang Fitri, di saat semua orang berbahagia, di saat semua orang makan yang enak-enak.
Keluarga Rasulullah SAW penuh tawa bahagia dengan gandum yang baunya tercium tak sedap, dengan makanan yang sudah basi. Ya Allah, Allahumma Isyhad, Ya Allah saksikanlah, saksikanlah, di hari Idul Fitri keluargaku makanannya adalah gandum yang basi.











