Pada hari Idul Fitri keluargaku berbahagia dengan makanan yang basi. Mereka membela kaum papa. Mereka mencintai kaum fuqara dan masakin.
Mereka relakan lidah dan perutnya mengecap makanan basi asalkan kaum fakir-miskin bisa memakan makanan yang lezat. Allahumma Isyhad, saksikanlah ya Allah, saksikanlah Rasulullah SAW.
“Sayyidatuna Fathimah tersadar kalau di luar pintu rumah, bapaknya (Nabi Muhammad SAW) sedang berdiri tegak. Ya Abah, ada apa gerangan Abah menangis? Rasulullah tak tahan mendengar pertanyaan itu dan setengah berlari ia memeluk putri kesayangannya sambil berujar, Surga untukmu, Nak. Surga untukmu,” ucap Rosulullah SAW yang dikisahkan oleh Ibnu Rafi’i.
Selanjutnya, Ustadz Abdul Hadi mengatakan, sebetulnya Ibnu Rafi’i, oleh Rasulullah SAW diperintahkan agar tidak menceritakan tradisi keluarganya setiap Idul Fitri. Kisah itupun disimpan olehnya di dalam hati.
“Namun setelah Rasulullah SAW wafat barulah diceritakan karena merasa takut menyembunyikan hadist. Kisah itu diceritakan agar menjadi bahan pelajaran bagi segenap kaum Muslimin,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan











