Terkait masalah travel bodong sudah meminta pemerintah segera menertibkannya. Namun hingga sekarang belum ada tindakan.
“Sudah mengajukan beberapa kali ke pemerintah, cuman enggak ada tanggapan dari pemerintah. Kalau masalah travel bodong pemerintah enggak bisa bertindak maka biar kami yang bertindak sendiri, kami yang akan bertindak buat menertibkan travel bodong,” katanya.
Selain maraknya travel bodong, pemerintah juga menyelenggaran mudik gratis yang sudah barang tentu merugikan para sopir di daerah. Semestinya mendapatkan pendapatan lebih dari hari biasanya menjadi sama saja.
“Apalagi mudik gratis dinilai tidak tepat sasaran. Harusnya pemerintah memfasilitasi mudik gratis bagi warga Banten yang ada di luar daerah pulang ke Banten ya tentunya bisa juga menggunakan jasa kendaraan kita untuk antar jemput misal dari Merak atau dari Terminal Pakupatan, atau dari Terminal Mandala pulang ke kampung halamannya di Banten Selatan,” katanya.
Ketua Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) mengatakan, para sopir mogok kerja karena sebagai pengemudi Elf dirugikan adanya travel bodong.
“Kemudian kedua ini lagi ada rencana mudik gratis memakai anggaran dari APBD, tapi bukan untuk masyarakat Banten. Tapi digunakannya untuk luar Provinsi Banten jadi kami merasa dirugikan, kalau bisa mudik gratis ke wilayah selatan ngemplot ke daerah mana adapun ongkos kami tidak menekan mau berapa ini jangan anggaran Banten digunakan bukan buat warga Banten,” katanya.
Adanya mudik gratis ke luar daerah ini, sebagai warga Banten tentunya merasa dirugikan juga. Apalagi mau mepet Lebaran Idul Fitri.
“Mau mitra juga susah kalau kondisi begini. Rencana hari Senin, kita mau audiensi ke DPRD Banten dan Dishub Provinsi Banten. Tuntutan awal minta tertibkan travel bodong, lalu kalau mudik gratis itu dikasihkan ke para sopir Elf yang pendapatannya berkurang gegara travel bodong,” katanya.
Reporter : purnama Irawan
Editor: Ahmad Lutfi











