RADARBANTEN.CO.ID – Anda pernah merasa ketakutan saat melihat ketinggian. Atau, merinding saat melihat kondisi berlubang dengan jumlah yang banyak. Bahkan, takut berlebih saat melihat jarum suntik? Jika iya, berarti Anda mengidap fobia.
Apa yang dimaksud fobia? Fobia adalah ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu yang diakibatkan oleh kondisi tertentu. Orang yang mengalami fobia sering kali menjadi korban perundungan karena orang-orang di sekitarnya yang tidak mengerti kondisi mental mereka dan menganggapnya sepele.
Pada umumnya, setiap orang dapat mengendalikan rasa takut mereka dalam keadaan normal. Namun, jika seseorang terpapar secara terus-menerus dengan hal yang menimbulkan fobia, hal tersebut dapat menyebabkan fiksasi atau ketidakmampuan untuk mengendalikan perasaan takut.
Seseorang yang mengalami fiksasi akan mengalami kesulitan emosi di kemudian hari karena tidak adanya saluran pelepasan emosi yang tepat. Setiap kali orang tersebut berinteraksi dengan sumber fobia, ia akan merasa cemas.
Untuk merasa nyaman, orang tersebut mungkin akan kembali pada keadaan fiksasi. Kecemasan yang tidak diatasi secara dini dapat berpotensi menimbulkan akumulasi emosi negatif yang terus-menerus ditekan ke alam bawah sadar.
Hal ini dapat menghasilkan pola respons negatif terhadap subjek fobia lainnya dan semakin meningkat intensitasnya. Oleh karena itu, orang yang mengalami fobia tidak boleh dianggap sepele dan perlu mendapatkan bantuan untuk mengatasi masalah mereka.
Berdasarkan dari beberapa sumber ada tujuh kriteria yang bisa disebut dengan fobia, yakni:
Pertama, fobia adalah kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan berlebihan yang tidak rasional terhadap suatu objek atau situasi tertentu.
Kedua, orang yang mengalami fobia biasanya akan merespons dengan rasa cemas atau ketakutan yang berlebihan ketika terpapar dengan objek atau situasi yang mereka takuti. Respons tersebut bisa berupa serangan panik, tantrum, kemelekatan, menangis, atau merasa kedinginan.
Ketiga, meskipun demikian, orang yang mengalami fobia menyadari bahwa ketakutan mereka tidak rasional dan tidak masuk akal dalam situasi yang sebenarnya tidak membahayakan.
Keempat, orang yang mengalami fobia akan menghindari objek atau situasi yang mereka takuti atau menahan pengalaman seperti itu dengan kesulitan atau kecemasan yang intens.
Kelima, respons fobia atau penghindaran dapat mengganggu rutinitas dan hubungan normal individu, serta menyebabkan kesulitan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.











