RADARBANTEN.CO.ID – Dukhan adalah sebuah kejadian dimana seluruh dunia ini diselimuti dengan asap tebal yang dapat menghentikan semua aktivitas manusia.
Umat Muslim dianjurkan membaca doa saat dukhan ini terjadi. Dalam artikel ini akan dibahas tentang apa itu dukhan serta bagaimana dukhan terjadi.
Menurut beberapa pendapat, dukhan akan menyelimuti bumi selama 40 hari yang menyebabkan kesengsaraan bagi manusia baik itu orang yang beriman dan orang yang tidak beriman.
Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda: bencana penenggelaman manusia ke tanah di negeri barat, negeri timur dan di jazirah Arab, terjadi ad dukhan, munculnya dajjal, munculnya dabbah, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, munculnya api yang keluar dari cekungan Aden yang mengusir manusia.” Hadits riwayat Muslim nomor 2091.
Dari hadits di atas jelas bahwa munculnya dukhan merupakan sebuah tanda akan munculnya hari kiamat dan kehancuran di muka bumi.
Dalam firman Allah SWt yang terdapat dalam surat Ad Dukhan ayat 10-11 memberitahukan manusia bahwa dukhan pasti akan datang.
“Maka tunggulah hari ketika langit membawa dukhan (kabut) yang nyata, yang meliputi manusia. Inilah azab yang pedih.”
Pertanyaannya, bagaimana jika manusia menghirup asap dukhan? Apakah manusia akan langsung mati? Jawabannya tidak.
Dalam beberapa hadits dijelaskan bagaimana keadaan manusia ketika menghirup asap ini. Singkatnya, jika orang beriman yang menghirupnya akan merasakan seperti pilek, tetapi jika orang kafir yang menghirupnya maka akan keluar cairan dari hidung dan telinga mereka.
Rasulullah SAW bersabda “Akan datang dukhan (asap) kepada manusia di hari kiamat, yang memasuki pernapasan mereka. sehingga mereka akan merasakan seperti pilek,” hadits riwayat Muslim nomor 2798.
Dalam 2 riwayat lain yakni dari Anas bin Malik dan Abu Malik Al Asy’ari disebutkan sama dengan hadits di atas tetapi lebih detil dengan menyebutkan jika orang beriman yang menghirupnya akan merasakan seperti pilek, tetapi jika orang kafir yang menghirupnya maka akan keluar cairan dari hidung dan telinga mereka.
Jadi, kapan dukhan akan turun di muka bumi? Tidak ada yang tahu kapan dukhan akan turun.
Hadits yang bermakna seperti ini :
“Bila telah muncul suara di bulan Ramadan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan di bulan Dzul qa’dah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijah dan Muharam,”
“Kami bertanya: suara apakah wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Suara keras di pertengahan bulan Ramadan, pada malam Jum’at, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jum’at di tahun terjadinya banyak gempa,”
Hadits di atas setelah ditelusuri kebenarannya ternyata merupakan hadits ini tidak memiliki asal dan perawinya juga tidak ada dari sumber yang sahih, bahkan salah satu ulama hadits kontemporer menyebutkan bahwa hadits ini sifatnya maudhu’.
Sebagai pencerahan, perlu diingat bahwa kalimat akhir zaman itu sudah ada sejak zaman Rasulullah. Jadi artinya umat Nabi Muhammad merupakan umat akhir zaman.
Dukhan terjadi pada hari kiamat dan hari kiamat pasti akan terjadi di akhir zaman. Kesimpulannya adalah tidak ada do’a yang dikhususkan dibaca ketika dukhan terjadi.
Sebagai hamba Allah, sepatutnya kita tidak hanya berdoa dan beribadah ketika keadaan sulit saja. Sebagai hamba Allah, kita juga harusnya selalu berdoa meminta ampunan dan perlindungan kepada-Nya.
Meminta diberikan keselamatan kepada Allah agar terhindar dari hal-hal buruk yang menimpa umat manusia.
Doa agar Diampuni dan Selamat Dunia Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan. Serta perihalalah kami dari siksa neraka.”
اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
“Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin wa afiyatan fil-jasadi wa ziyadatan fil-ilmi wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal-maut, wa rahmatan indal-maut, wa maghfiratan ba’dal-maut. Hawwin alaina fi sakaratil-maut, wannajata minannaari, wal-afwa indal-hisab.”
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kepada Engkau akan keselamatan agama, kesehatan badan, tambahnya pengetahuan, berkahnya rezeki, mendapatkan taubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, mendapat ampunan sesudah mati. Dan ringankanlah kiranya dalam sakaratul-maut, dan selamatkanlah kiranya dari siksaan neraka, dan dapatkanlah kami ampunan pada hari hisab (perhitungan).”
Editor Haidaroh











