RADARBANTEN.CO.ID-Sebuah penelitian dan penanganan stunting pada tahun 2020 oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Desa Bayumundu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten berhasil menurunkan angka stunting (gizi buruk).
Penelitian yang dilakukan oleh dr. Damayanti R. Sjarif, SpA.(K), Ketua Tim RSCM menggunakan metode intervensi penanganan stunting pada anak usia 2 tahun sebanyak 174 anak.
Menurut dr. Damayanti, upaya yang dilakukan adalah melalui pemantauan berat badan dan tinggi badan secara teratur di Posyandu dan konseling nutrisi memberikan protein hewani seperti, telur, ikan, ayam dan susu.
Damayanti mengatakan, usia 2 tahun pertama pada anak sangatlah krusial, karena di usia ini jika stunting terjadi pada anak, maka akan berdampak permanen terhadap fisik dan daya adaptasi anak.
“Ada istilah Windows of Opportunity, yaitu pencegahan penurunan kognitif adalah 2 tahun kehidupan. Pada masa ini, harus dipastikan nutrisi anak terpenuhi dengan baik dan pertumbuhan anak sesuai dengan usianya,” ujar dr. Damayanti melalui keterangan resminya yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 5 Mei 2023.
Menurut dr. Damayanti, deteksi dini dan intervensi medis pada anak usia 2 tahun pertama harus dapat dilakukan. Jika anak usia 2 tahun terdeteksi penurunan berat badan maka segera dicari penyeban dan solusinya, kemudian dilakukan intervensi penambahan nutrisi secepanya.
“Dengan pemantauan rutin selama 6 bulan sejak Agustus 2018 termasuk konseling pemberian sumber protein hewani dari telur, ikan, ayam dan susu, dapat menurunkan 8,4 persen prevalensi stunting pada balita, dan 6,1 persen pada baduta,” papar Damayanti.
dr. Damayanti mengatakan, deteksi dini stunting dengan pemantauan berat badan dan tinggi badan berkala oleh tenaga kesehatan merupakan yang utama.
“Selain itu juga diperlukan sistem rujukan ke dokter Puskesmas dan RSUD khusus stunting karena penyebab stunting antara lain adalah infeksi dan penyakit kronis lain,”ujarnya.
Hasil penelitian dan penanganan stunting di Pandeglang kemudian mengindikasikan bahwa dengan terobosan intervensi, angka prevalensi stunting dapat turun hingga 4,3 kali target penurunan pertahun dari WHO yaitu 3,9 persen per-tahun.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Ahmad Lutfi











