CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah penumpang kapal ferry terjebak di KMP ROYCE 1 yang terbakar di perairan Merak.
Video yang merekam kondisi para penumpang saat kapal tersebut terbakar melalui pesan WhatsApp.
Dalam video itu tergambar kepanikan para penumpang karena terjebak di dalam kapal yang terbakar.
Sejumlah penumpang terlihat sudah menggunakan pelampung dan akan dievakuasi dari kapal nahas tersebut.
Salah satu penumpang yang belum diketahui identitasnya menceritakan jika para penumpang alami sesak nafas akibat kepulan asap hitam.
Sejumlah penumpang terdengar berzikir dan bersolawat agar bisa selamat dari insiden itu.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengonfirmasi bahwa telah terjadi kebakaran di KMP ROYCE 1 milik PT DLB pada Sabtu 6 Mei sekitar jam 15.45 WIB saat pelayaran dari Merak menuju Bakauheni, Lampung.
Dilaporkan sebelum melintasi Pulau Tempurung Merak, kapal mengalami kebakaran.
Namun saat ini api telah dapat dipadamkan. Rencananya KMP ROYCE 1 akan disandarkan dan dievakuasi di Merak.
Tim BPTD, ASDP, Basarnas dan instansi terkait telah berkoordinasi untuk segera mengondisikan kapal sandar di Merak dan dapat segera melakukan evakuasi kepada seluruh pengguna jasa.
“Untuk selanjutnya, informasi dapat diakses melalui pihak Basarnas dan BPTD,” ujar Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin.
Sebelumnya diberitakan, Kapal ferry dikabarkan terbakar di perairan Merak.
Video yang merekam terbakarnya kabar tersebut beredar melalui pesan whats app.
Pada narasi perekeam video disebut kapal itu terbakar sekira pukul 15.20 Wib, dalam video itu terlihat kepulan asap tebal.
Berdasarkan informasi di video itu, kapal yang terbakar belum lama berlayar membawa penumpang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Belum diketahui penyebab kebakaran dan korban dari peristiwa tersebut.
Di video lain yang beredar, penumpang kapal terekam sedang dievakuasi oleg tim pertolongan dan penyelamatan.
Sejauh ini pihak Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) belum menjawab konfirmasi wartawan.
Reporter : Bayu Mulyana
Editor : Merwanda











