SERANG, RADARBANTEN.CO.ID–Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan yang berlangsung empat hari, Senin hingga Kamis, 25-28 Agustus 2025, menjadi ajang strategis bagi kampus dalam memperkenalkan kurikulum cinta sebagai katalis kemajuan.
Rektor UIN Banten Prof Muhammad Ishom menjelaskan, kurikulum cinta dirancang untuk menanamkan nilai-nilai humanis dalam proses pendidikan. Konsep ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek afektif, tetapi juga mengintegrasikan kepedulian, empati, dan tanggung jawab sosial dalam pembelajaran.
“Pendekatan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang unggul secara intelektual sekaligus berkarakter. Nilai cinta diharapkan menjadi pemicu kemajuan bersama, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas,” ujar Ishom dalam keterangan pers, Minggu 24 Agustus 2025.
Melalui PBAK, mahasiswa baru dikenalkan pada budaya akademik yang berorientasi tidak hanya pada prestasi, melainkan juga pengembangan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai kemanusiaan. Kegiatan dirancang untuk membangun interaksi sehat antarmahasiswa dan civitas akademika, sekaligus menumbuhkan sikap inklusif serta toleran terhadap keberagaman.
Selain itu, penerapan kurikulum cinta juga diarahkan agar mahasiswa lebih peka terhadap isu sosial dan lingkungan. Program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dalam PBAK diharapkan menumbuhkan rasa tanggung jawab serta semangat kolektif dalam membangun masyarakat.
Dosen dan tenaga pengajar, kata Ishom, berperan penting dalam implementasi kurikulum cinta. Melalui pendekatan pembelajaran humanis, mereka diharapkan mampu memahami kebutuhan serta potensi mahasiswa, sehingga suasana akademik yang kondusif dan mendukung kesejahteraan mental dapat tercipta.
Lebih jauh, kurikulum cinta diharapkan melahirkan lulusan yang mampu membawa nilai kepedulian dan empati ke dunia sosial maupun profesional. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya berkompetensi tinggi, tetapi juga beretika dan siap menjadi agen perubahan.
“Pendidikan bukan semata transfer ilmu, melainkan juga pembentukan karakter. Melalui kurikulum cinta, UIN SMH Banten berkomitmen melahirkan generasi yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tegas Ishom.
Sementara itu, materi PBAK selain seputar akademik dan kemahasiswaan, juga ada materi lain, yaitu tentang Sosialisasi Beasiswa Baznas Provinsi Banten yang disampaikan Baznas Banten , Sosialisasi Generasi Muda Anti Radikalisme dari BIN Daerah Banten, dan Sosialisasi Transaksi Digital dan QRIS Experience dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Banten.
Reporter: Aas Arbi
Editor: Agung S Pambudi










