LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Iip Miftahul Khoiry meninjau jembatan darurat di Kampung Muhara, Desa Cirompang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Minggu 7 Mei 2023.
Jembatan Cirompang putus pada 23 April 2023 atau satu hari setelah lebaran Idul Fitri akibat luapan Sungai Cibarna.
Iip berharap, Jembatan Cirompang di Sobang cepat dibangun. Karena jembatan tersebut dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat di wilayah Cirompang dan sekitarnya.
“Iya, kita dapat informasi Jembatan Cirompang putus setelah diterjang banjir. Untuk itu, kami langsung turun ke sini dan meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran perbaikan jembatan,” kata Iip kepada wartawan.
Politisi asal Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang ini mengungkap, okut berkontribusi dalam pembangunan jembatan darurat di Cirompang. Jembatan tersebut hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sedangkan mobil tidak bisa melintas sama sekali.
“Intinya kita minta jembatan ini segera dibangun agar aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat tidak terganggu,” ungkapnya.
Dikatakan Iip, penanganan Jembatan Cirompang bisa menggunakan alokasi anggaran bantuan tidak terduga (BTT). Karena itu, dia yakin pembangunannya bisa cepat direalisasikan. Dengan cacatan, harus ada persetujuan dari Bupati Lebak.
“Jadi, enggak harus direncanakan melalui APBD Perubahan. Cukup gunakan anggaran BTT agar masyarakat bisa kembali menikmati jembatan permanen. Kalau hanya menggunakan jembatan darurat, umur jembatan enggak akan lama dan mobil enggak bisa masuk,” paparnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, tim dari Dinas PUPR telah melakukan peninjauan dan membuat estimasi kebutuhan anggaran untuk penanganan Jembatan Cirompang. Sampai saat ini, Dia mengakui belum ada arahan dari Bupati untuk penggunaan BTT. Apalagi sekarang ada pergeseran anggaran terkait dengan kegiatan refokusing.
“Jadi, belum bisa kita pastikan apakah menggunakan BTT atau dibangun dengan anggaran lain. Karena sekarang kita sedang upayakan ada bantuan untuk penanganan bencana dari pusat (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” kata Febby.
Saat ini, masyarakat di Cirompang hanya menggunakan jembatan darurat untuk mendukung aktivitas warga setempat. Tentunya penggunaan jembatan darurat tidak akan maksimal, karena tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.
“Setelah lebaran ada dua jembatan di Lebak yang putus akibat bencana. Pertama di Sobang dan kedua di Cibeber. Ini jadi pekerjaan rumah bagi kita agar bisa menangani jembatan tersebut,” tukasnya.(*)
Reporter/Editor : Mastur











