PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan peran Generasi Z (Gen-Z) sebagai agen perubahan dalam ekosistem digital.
Hal itu disampaikan saat kegiatan Pelatihan Konten Kreator untuk Gen-Z di Hotel Horison Altama Pandeglang yang bekerja sama dengan Badan Riset Nasional (BRIN), Kamis 5 Maret 2026.
Adde Rosi mengajak kaum muda untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produsen konten edukatif dan inspiratif. Ia menyebut pentingnya nilai dan edukasi dalam konten agar Gen-Z dapat memanfaatkan media sosial secara positif.
“Kita berharap anak-anak yang diberikan pelatihan ini bisa menjadi konten kreator yang berisi, ada nilainya, sehingga mereka bisa menyampaikan itu di media sosial masing-masing, atau bahkan di masa depan menjadi content writer profesional, YouTuber, dan sebagainya,” ungkap Adde Rosi.
Ia menyebutkan, pelatihan ini menargetkan pelajar SMA dan mahasiswa penerima beasiswa PIP dan KIP Aspirasi Adde Rosi dari enam SMA di Pandeglang dan mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba), dengan perwakilan 10 orang dari masing-masing sekolah.
Selain itu, Adde menyinggung pentingnya pembelajaran digital bagi semua kalangan, termasuk orang tua, agar mampu mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan gawai.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah melalui PP Tunas Komdigi yang membatasi penggunaan media sosial dan game online bagi anak di bawah usia 13 tahun.
“Orangtua harus lebih pintar daripada anaknya. Teknologi dan aturan harus dikuasai agar anak-anak tidak terjerumus konten negatif. Media sosial bukan sekadar scrolling atau belanja, tapi sarana informasi dan edukasi,” kata Adde.
Adde menekankan, konten viral tanpa edukasi atau hiburan yang positif justru bisa merugikan.
“Kita tidak mengharapkan content creator yang menonjolkan kekerasan atau hal negatif,” tutupnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











