PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Pandeglang Irna Narulita bersama Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Belny Warlansyah mengunjungi ke Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.
Kunjungan kerja dilaksanakan Bupati Pandeglang bersama Kapolres Pandeglang menengok keadaan warga pascagempa bumi Magnitudo 5,4 yang berpusat di Barat Laut Sumur, pada hari Rabu, 10 Mei 2023, sekira 11.24.49 WIB.
Bupati Pandeglang Irna Narulita yang didampingi jajaran BPBD dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga pesisir pantai Sumur.
Menurut Bupati Pandeglang Irna Narulita, mengatakannya kehadirannya bersama unsur Forkopimda, Forkopimca dan juga kepala desa juga hadir.
“Saya bersama pak Kapolres beserta jajaran hadir ingin memastikan, masyarakat kita tetap aman, sehat, seperti sedia kala pasca gempa. Kemarin siang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, di Tempat Pelelangan Ikan di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, 11 Mei 2023.
Dalam kesempatan itu, Bupati, menyampaikan, kehadirannya juga untuk mengedukasi warga agar paham mitigasi bencana dalam Kesiapsiagaan diri dan kesiapsiagaan untuk keluarganya. Apabila terjadi bencana gempa.
“Karena kita tinggal di daerah rawan bencana. Apalagi yang tinggal di daerah pesisir, jadi saya sepakat, kami sepakat dengan Pak Kapolres agar agenda atau pelatihan simulasi atau pelatihan kesiapsiagaan bencana menjadi agenda rutin,” katanya.
Bupati menghimbau Kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaannya karena memang cuaca kurang bersahabat. Supaya mereka juga bisa siap secara ekonomi berdagang.
“Tapi melihat situasi kondisi apabila sangat mengganggu (bencana gempa) mereka tidak berada di pesisir pantai. Dan saya juga mengimbau kepada jajaran Forkopimca serta kepala desa semuanya agar terus bersinergi berkoordinasi dengan BPBD dan kita semua agar masyarakat lebih nyaman dan tahu apa yang harus dipersiapkan dalam menghadapi bencana,” katanya.
Selain melaksanakan simulasi latihan menghadapi bencana, Bupati berharap, warga juga menyiapkan sebuah tas kesiapsiagaan.
“Kalau siaga, apabila terjadi gempa atau tsunami mereka sudah menyimpan aset-aset mereka di dalam satu tas. Sehingga terjadi suatu hal mereka bisa segera membawa tas itu tanpa memikirkan hal yang lain dan bila terjadi gempa kami berharap menjauhi tembok yang retak,” katanya.
Lalu, diungkapkan Bupati, apabila mereka ingin kembali ke rumahnya pastikan bahwa rumahnya sudah aman untuk ditempati. Namun tetap selalu meningkatkan kewaspadaan saat menjalankan aktivitas.
“Tetap meningkatkan kewaspadaan. Agar kita bisa terus menjalankan aktivitas dengan lancar,” katanya.
Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah mengingatkan, kepada masyarakat agar selalu berdoa.
“Tetap waspada dan tetap harus berdoa. Karena kita yakin doa bisa membantu,” katanya.
Warga Sumur, Deden Lukman mengatakan, sewaktu kemarin merasakan getaran gempa bumi.
“Iya kemarin ada gempa tapi kecil enggak gede. Kalau gede biasanya kami langsung menyelamatkan diri ke tempat aman,” katanya.
Sepertihalnya, sewaktu kejadian gempa besar yang lalu itu. Dirinya langsung mengevakuasi anak dan istrinya ke dataran tinggi.
“Setelah keluarga aman, saya turun lagi. Untuk memantau situasi dan kondisi,” katanya.
Terkait gempa, masyarakat sumur sudah terbiasa karena memang hampir terjadi setiap hari. Hanya saja ketika ada kejadian gempa besar ada rasa khawatir.
“Sedikit rasa khawatir. Tapi sudah mendapatkan pemahaman dari pemerintah bahwa saat terjadi gempa besar maka segera berlari menjauh dari tepi pantai dan menyelamatkan diri ke dataran tinggi,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











