SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melakukan bimbingan teknis (Bimtek) kepada 50 pengelola perpustakaan di Banten dan DKI Jakarta.
Bimtek yang diselenggarakan di Hotel Aston Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang yang ditutup pada Rabu 17 Mei 2023.
Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI Adriati Zen mengatakan, Bimtek ini diberikan untuk penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi bagi para pengelola perpustakaan dalam meningkatkan layanan perpustakaan. Sehingga, nantinya dapat menghasilkan produk bernilai tambah dan daya saing, serta memberikan keunggulan kompetitif bagi masyarakat.
Ia mengatakan, pengembangan perpustakaan melalui teknologi yang dimaksud yakni bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan potensi yang ada di masing-masing wilayahnya.
“Kami juga terus mendorong untuk transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, jadi pelayanan perpustakaan sesuai potensi wilayah, seperti di wilayah pertanian berarti buku-bukunya harus lebih banyak tentang pertanian,” katanya.
Adanya para peserta Bimtek ini, dijadikan motivator bagi masyarakatnya untuk meningkatkan keterampilan serta pengetahuan terhadap potensi yang sudah ada di wilayahnya.
“Cukup banyak potensi yang ada di daerah, tapi masyarakat kita ini belum tau cara penyalurannya maupun pemanfaatannya. Sehingga, permasalahan ini menjadi tugas para peserta untuk bisa menyelesaikannya,” katanya.
Ia mengatakan, secara keseluruhan pengelolaan perpustakaan di kabupaten kota seluruh Indonesia sudah cukup baik, karena didampingi dengan teknologi seperti munculnya smartphone. Namun, tidak menutup kemungkinan masih banyak juga masyarakat yang mempergunakan smartphone nya, hanya untuk melihat sosial media yang tidak punya nilai tambah terhadap ekonominya.
“Sehingga, kami hadir untuk bagaimana memberikan pemahaman serta pelatihan kepada masyarakat untuk bisa memanfaatkan teknologi ini sebaik mungkin. Jadi, tidak hanya digunakan untuk menghabiskan uang, melainkan dijadikan modal usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Setelah mengikuti pelatihan, para peserta ini masih tetap dipantau di wilayahnya masing-masing, untuk melihat perkembangan hasil selama Bimtek. Apabila menghadapi kesulitan, akan dibantu sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
“Misalnya mereka ini butuh bantuan sarana prasarananya, atau yang lainnya, nanti akan kita bantu. Mulai dari Perpusda dulu yang membantu, apabila tidak bisa baru dialihkan ke Perpusnas,” ucapnya.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Provinsi Banten Evi Syaifudin mengatakan, Bimtek ini diikuti oleh peserta yang ada di wilayah Banten dan DKI Jakarta.
Ia mengatakan, pengelolaan perpustakaan harus disertai dengan berbagai inovasi. Sehingga masyarakat dapat tertarik untuk datang ke perpustakaan. “Di Banten ada banyak perpustakaan kelurahan dan desa yang inovatif,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











