CILEGON – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Cilegon mengalami peningkatan. Pada tahun 2024, IPLM berada di angka 12,5. Pada 2025, meningkat menjadi 15,0.
Meningkatnya IPLM di Cilegon tak terlepas dari upaya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPK) Kota Cilegon. Mereka terus berusaha meningkatkan literasi di kota ini.
DPK berupaya meningkatkan IPLM meskipun anggarannya terbatas dibandingkan dinas lain di Pemko lt Cilegon.
Kepala DPK Kota Cilegon, Ismatullah, menyampaikan hal itu saat diwawancarai oleh Radar Banten di Sekretariat Pelajar Islam Indonesia (PII) Kota Cilegon pada Selasa, 4 Februari 2025.
“Yah, alhamdulillah tingkat IPLM di Kota Cilegon meningkat menjadi 15,0. Itu semua berkat usaha dari DPK, meskipun dengan anggaran yang minim,” ucapnya.
Ismatullah menambahkan, ia telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan literasi di Cilegon. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan perusahaan.
“Selain melakukan sosialisasi, kami juga mengadakan dongeng keliling ke sekolah-sekolah dan masyarakat bersama Ka Ihan. Ka Khan juga kita bayarkan pertahun, bukan per bulan, karena keterbatasan anggaran,” tambahnya.
IPLM adalah pengukuran tingkat pembangunan literasi masyarakat di suatu daerah. Pemerintah daerah melakukan IPLM untuk menilai upaya pengembangan perpustakaan.
IPLM juga menjadi indikator penting bagi pemerintah dalam bidang perpustakaan. Hasil pengukuran IPLM menjadi dasar untuk menyusun kebijakan dan strategi pembangunan perpustakaan.
Editor : Merwanda











