PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemandian atau kolam renang Situs Menhir Cihunjuran, Desa Cikoneng, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang menjadi salah satu tempat obyek wisata religi yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Tempat pemandian Cihunjuran karena memang menyimpan banyak kisah misteri sejarah zaman Megalitikhum.
Situs Menhir Cihunjuran berada di dalam wilayah kawasan hutan BKPH Pandeglang RPH Mandalawangi. Di situs Cihunjuran terdapat beberapa batu-batu purba (menhir) serta kolam pemandian purba tepatnya seperti Zaman Megalithikum.
Berdasarkan keterangan dikutip RADARBANTEN.CO.ID, dari Website, @perhutani.co.id, di pemandian Cihunjuran, bukan hanya batu-batuan dan kolam purba saja. Namun juga terdapat makam yang dikeramatkan yakni Makam Aki Tirem Luhur Mulia.
Masyarakat setempat mengenalnya dengan sebutan makam Angling Dharma dalam nama Hindu dan Wali Jangkung dalam nama Islam.
Konon, tokoh Aki Tirem adalah tokoh awal yang berkuasa di sini yang dikisahkan memiliki putri yang bernama Larasati Sri Pohaci yang diperisteri oleh Dewawarman merupakan Duta Kerajaan India yang diutus ke Nusantara (Pulau Jawa).
Setelah Aki Tirem meninggal, menantunya Dewawarman menerima tongkat kekuasaan. Selanjutnya, pada tahun 130 Masehi, ia mendirikan sebuah Kerajaan dengan nama Salakanagara (Negeri Perak) beribukota di Rajataputra.
Ia menjadi Raja Pertama dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara. Beberapa kerajaan kecil di sekitarnya menjadi daerah kekuasaannya, antara lain Kerajaan Agnynusa (Negeri Api) yang berada di Pulau Krakatau.
Di sekitar area pemandian Situs Cihunjuran terdapat tiga buah menhir yang terletak di sebuah mata air. Menhir pertama terletak di wilayah Desa Cikoneng, menhir kedua terletak di Kecamatan Mandalawangi lereng utara Gunung Pulosari.
Kemudian menhir ketiga terletak di Kecamatan Saketi Lereng Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Ritual yang dijalankan oleh masyarakat setempat diantaranya ziarah yang dilakukan di makam Aki Tirem Luhur Mulia yang menggunakan tata cara Islam mulai dari berwudhu dan bacaan-bacaan berziarahnya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











