SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Satreskrim Polresta Serang Kota menggulirkan proses penyelidikan terkait tewasnya Syahrul Mubarok pada Kamis, 18 Mei 2023.
Warga Kampung Kepandean, Desa Ciruas, Kabupaten Serang tersebut sebelumnya tewas akibat jatuh dari lantai empat Mal Ramayana. “Kami saat ini masih melakukan proses penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) David Adhi Kusuma, Jumat 19 Mei 2023.
David mengatakan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab korban jatuh dari lantai empat Mal Ramayana. Sebab, saat ini proses penyelidikan masih berjalan. “Belum dapat kita simpulkan,” ujar David.
Sebelumnya, Kasi Humas Polresta Serang Kota AKP Iwan Sumantri mengatakan, peristiwa yang terjadi di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang, Kota Serang itu diduga disebabkan oleh pengaruh minuman keras (miras). “Dugaannya akibat pengaruh minuman beralkohol,” ujar Iwan.
Iwan menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Miftah (22), ia sempat menenggak miras bersama korban. Barulah setelah menenggak miras tersebut, korban berjalan ke pembatas jalan dan bergelantungan.
“Ada saksi lain yang melihat korban naik ke pembatas jalan lalu bergelantungan dan memegang pembatas yang terbuat dari besi. Saat memegang pembatas besi tersebut, korban terjatuh,” kata Iwan.
Saksi atas nama Tb M Haikal yang melihat kejadian tersebut sempat mengabaikannya. Akan tetapi, warga Kelurahan Bangkuyung, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang itu, memutuskan kembali lagi ke mal sekira 04.30 WIB. Saat berada sekitar lokasi, ia melihat korban sudah dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di lantai.
“Saksi ini melihat korban bergelantungan sekira pukul 03.00 WIB atau saat dia keluar dari lantai empat mal dengan mengendarai mobil,” ujar Iwan.
Melihat ada korban tergeletak di basement, Haikal melaporkannya kepada petugas keamanan. Petugas keamanan yang mendapat informasi itu langsung mengecek lokasi dan melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Tak lama setelah menerima informasi tersebut, petugas kepolisian tiba di lokasi kejadian. Saat berada di lokasi, petugas memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Usai olah TKP digelar, jasad korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara. “Untuk korban sudah dievakuasi ke rumah sakit,” tutur Iwan. (*)
Reporter: Fahmi Sa’i
Editor : Merwanda











