TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Keberhasilan Eco Wisata Kampung Keranggan masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), telah menginspirasi kelompok masyarakat lainnya di Tangsel membentuk objek wisata baru.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tangsel Ellen Hutabarat mengatakan, saat ini sudah ada tiga tempat yang masyarakatnya membentuk wisata baru. Ketiganya yakni wisata tari dan lukis di Pamulang, wisata budaya Jawa di Pondok Aren dan ecowisata mirip Keranggan di Pondok Jagung.
“Kami mendorong masyarakat membentuk Kelompok masyarakat sadar wisata (Pokdarwis), dengan harapan masyarakatnya bergerak membentuk wisata sesuai dengan keinginan dan minat mereka,” ujar Ellen kepada RADARBANTEN.CO.ID, Selasa 23 Mei 2023.
Menurut Ellen, Pokdarwis-Pokdarwis lainnya juga terus dibentuk di daerah lainnya. Ellen mengatakan, wilayah Tangsel tidak didukung dengan ketersedian alam yang dapat dijadikan objek wisata dan wilayahnyapun terbilang kecil.
“Kita memang tidak memiliki alam yang bisa dijadikan sebagai objek wisata dan wilayah Tangsel juga tidak luas, jadi masyarakat yang bergerak bersama kami,” ujarnya.
Ellen nengaku bahwa pembentukan wisata baru melalui swadaya masyarakat seperti ini tidak bisa dijalankan satu dua hari, karena pengerjaan wisata ini harus berlanjut terus menerus.
“Dan tidak hanya sebatas wisata alam saja, ada wisata kesenian, wisata hiburan, wisata budaya dan lainnya. Semua ini harus dirawat pelan-pelan,” jelasnya.
Diketahui, Kampung Eco Wisata Keranggan dulunya merupakan daerah kumuh, tertinggal, dan miskin. Di tempat ini jangankan untuk dijadikan untuk objek wisata, dijadikan tempat pemukimanpun tidak banyak orang yang mau.
Adalah Alwan, warga Kampung Keranggan bersama warga lainnya yang merubah citra negatif kampung ini. Bahkan di tangan mereka, Kampung Keranggan berhasil dijadikan sebagai objek wisata alam, wisata kuliner dan wisata riset penelitian.
Kuliner ikan cere adalah sebagai daya tarik wisata kuliner di Kampung Eco Wisata Keranggan, sekaligus menjadi ciri khas dari kampung ini. Pada perjalannya, ia kemudian membangun camping ground dan wisata menyusuri kali Cisadane.
Kini, setelah melalui perjalanan panjang membangun Kampung Eco Wisata Keranggan, pihaknya kemudian bekerjasama dengan 10 perguruan tinggi dalam mengembangkan potensi Kampung Keranggan dan menjadikan Kampung Keranggan sebagai wisata riset dan penelitian.
Reporter : Syaiful Adha
Editor : Mastur











