LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Parade Kerbau meriahkan pagelaran Festival Seni Multatuli (FSM) 2024. Kegiatan tersebut dihadiri ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Lebak dan Banten.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, pada FSM 2024 juga diselenggarakan Karnaval Kerbau, untuk melestarikan kerbau di Lebak.
“Tentunya, kerbau ini harus dilestarikan dan dijaga, apalagi kerbau ini menjadi primadona di Kabupaten Lebak,” katanya usai menyaksikan parade kerbau.
Diungkapkannya, wilayah Kabupaten Lebak pernah menjadi daerah dengan populasi kerbau terbanyak di Indonesia.
“Apalagi, kalau tidak salah populasi kerbau di kita, menjadi populasi terbanyak kedua di Indonesia, setelah NTB,” ujarnya.
Dia mengatakan, saat ini peternakan kerbau juga bisa lebih modern seperti peternakan sapi dalam pengembangannya. Diharapkannya, kerbau tetap bisa dilestarikan dan populasi semakin banyak lagi di seluruh wilayah Lebak.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak Imam Rismahaydin mengatakan, Parade Kerbau dan karnaval nusantara pada rangkaian FSM merupakan event tahunan. Kegiatan ini digelar pemerintah daerah dengan menampilkan berbagai atraksi, seperti kerbau yang dihias dengan dekorasi warna-warni, serta pertunjukan seni dan budaya mulai dari ikon pariwisata, budaya dan lain sebagainya.
“Festival ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya daerah Kabupaten Lebak,” katanya.
Menurutnya, FSM tahun 2024 ini menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN), yang merupakan sebuah platform bersama kumpulan Event berkualitas dari 34 Provinsi di Indonesia yang menjadi tempat kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Pemerintah Daerah.
“Tentunya, melalui FSM ini menjadi upaya bersama dalam pelestarian dan pengembangan nilai-nilai budaya adat, dan sejarah dengan melibatkan partisipasi masyarakat yang dapat menunjang program pengembangan pariwisata. Serta terus bersinergi dengan Kemenparekraf dan juga masyarakat untuk terus membangkitkan pariwisata,” katanya.
Editor: Mastur Huda











