SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana El Nino mengancam hampir semua daerah, termasuk Banten. Puncak El Nino sendiri diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengingatkan ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai saat El Nino. Salah satunya adalah infeksi saluran pernafasan (ISPA). “dalam hal ini yang tergawat adalah pneumonia,” ujar Ati.
Kata dia, penyakit yang dirasakan pada anak dan dewasa diawali dengan ISPA. Namun kemudian bisa merambat pada pneumonia.
Untuk itu, ia meminta masyarakat Banten agar selalu menjaga pola hidup sehat untuk mengantisipasi agar tidak terdampak bencana El Nino. Salah satunya adalah dengan cukup minum air putih minimal delapan gelas dalam sehari.
“Kita harus banyak minum minimal 8 gelas per hari. Wajib minum air putih, kemudian kita harus menjaga daya tahan tubuh kita dengan hidup sehat,” tegasnya. Kata dia, dalam situasi dan kondisi cuaca panas yang merupakan dampak dari El Nino, kebutuhan air untuk tubuh sangat diperlukan.
Selain minum yang cukup, ia juga menyarankan, masyarakat untuk makan makanan yang cukup gizi. Selain itu, perlu juga olahraga dan istirahat yang cukup, serta menjaga stamina agar ketika panas menyengat, daya tahan tubuh masih kuat. “Kalau stamina buruk bisa mempermudah penyebaran penyakit, karena pada saat cuaca panas, beberapa penyakit dan kuman akan berkembang pada tubuh manusia,” ujar mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang ini.
Selain ISPA, ia juga mengungkapkan, saat terjadinya El Nino, penyakit kulit menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai. “Karena tidak kalah membahayakan ketika tubuh kita atau kulit kita terkena paparan sinar matahari yang berlebihan bisa menyebabkan yang terberatnya adalah kanker kulit,” terang Ati.
Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat bisa menjaga dan melindungi tubuhnya dari sengatan matahari langsung. Caranya, menggunakan sunblock dengan spf 50. “Kalau lebih dari itu harus konsultasi dengan dokter kulit. Kemudian kita juga bisa melindungi tubuh kita dengan topi dan payung jika diperlukan,” ujarnya.
Reporter : Rostinah
Editor : Merwanda











