SERANG, RADARBANTEN.CO.ID-Peringati Hari Waisak, umat Buddha di Kota Serang rayakan tiga peristiwa penting untuk merenungkan perjuangan hidup Budha Gautama.
Hari Waisak atau Tri Suci Waisak adalah hari yang suci bagi umat Buddha dalam peringati tiga peristiwa penting.
Tiga peristiwa penting adalah, Pangeran Siddharta Gautama lahir di tahun 623 sebelum masehi, di sebuah Taman Lumbini, kemudian Pangeran Siddartha Gautama mencapai pencerahan atau Budha di usia 35 tahun, dan ketiga Buddha Gautama mencapai Parinibbana (mangkat) pada usia 80 tahun di Kusinara.
“Shakyamuni muda adalah guru manusia dan guru para dewa. Jadi tidak heran kalo Buddha itu muridnya para Brahma atau para dewa. Di dalam agama Hindu juga ada Buddha Siwa, jadi Tri Suci Waisak itu 3 kejadian dalam bulan suci yaitu bulan Waisak,” ujar pengurus Vihara Metta, Rivin Alim, Minggu 4 Juni 2023.
Ia menjelaskan, makna dari Tri Suci Waisak adalah agar semua makhluk berbahagia, dalam artian melepaskan dari penderitaan.
“Jadi guru-guru itu mengajarkan bahwa ada 5 sila, tidak boleh membunuh atau bertekad tidak membunuh, bertekad tidak susila, bertekad tidak mengambil hak orang lain atau mencuri, bertekad tidak mabuk-mabukan,” katanya.
Ia menjelaskan, apabila lima sila tersebut dijalankan oleh umat Buddha, maka orang tersebut akan hidup bahagia.
Selain itu ia juga mengatakan, perayaan Hari Waisak tahun ini di Vihara Metta cukup dipadati oleh umat Buddha untuk merayakan Tri Suci Waisak.
“Untuk Vihara Metta kebaktian setiap malam rabu itu rata-rata sekitar 100 umat. Tetapi dalam acara-acara tertentu, seperti Waisak begini bisa kurang lebih dari 200 umat,” tuturnya.
Kemudian perayaan Hari Waisak tahun ini juga umat Buddha merayakan secara bersama di Candi Borobudur, Yogyakarta.
“Di tahun ini kita merayakan Waisak bersama di Candi Borobudur, sehingga umat kita lebih kurang dari 64 orang berangkat ke sana. Jadi seluruh Indonesia pada kumpul di Borobudur,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi











