LEBAK, RANGKASBITUNG.CO.ID – Antrean daftat tunggu calon jemaah haji di Kabupaten Lebak mencapai 26 tahun.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak mencatat daftar tunggu calon haji di Lebak mencapai 17 ribu orang sehingga yang daftar sekarang akan berangkat pada 2049 mendatang.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak meminta Gubernur Banten, untuk menambah kuota haji.
“Pemkab Lebak telah dan selalu berusaha sungguh-sungguh menyampaikan permohonan kepada Gubernur Banten untuk kiranya menambah kuota haji Kabupaten Lebak, pada tiap tahunnya, guna mengurangi daftar tunggu,” kata Wakil Bupati Ade Sumardi saat melepas ratusan jemaah haji gelombang 2 di Pendopo Kabupaten Lebak, Minggu 11 Juni 2023.
Menurut mantan Ketua DPRD Lebak ini, antrean daftar tunggu jemaah haji asal Lebak mencapai puluhan tahun. Karena itu, pihaknya meminta agar Gubernur Banten untuk turun tangan membantu mengurai tingginya daftar tunggu haji di Lebak.
“Antusias masyarakat Lebak untuk menunaikan rukun Islam kelima ini cukup tinggi. Karena itu kita terus berupaya agar daftar antrean jemaah haji berkurang. Caranya kuota pemberangkatan haji Lebak ditambah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Lebak Badrusalam mengatakan, daftar tunggu jemaah haji yang mencapai 17 ribuan orang.
“Ya, daftar sekarang, maka calon jemaah haji menunggu 26 tahun lagi atau tahun 2049,” kata Badrusalam.
Menurutnya, untuk mengurangi lamanya daftar tunggu, pemerintah daerah dan Kanwil Kemenag Provinsi Banten setiap tahun selalu mengusulkan penambahan kuota jemaah kepada Pemerintah Pusat.
Ditambahkannya, mekanisme penentuan daftar calon haji yang dapat diberangkatkan sesuai jadwal tunggu, yaitu mereka yang telah terdaftar di Kanwil Kemenag Banten untuk di up date datanya.
“Setelah itu dilakukan up date data, maka akan diketahui nama-nama calon haji yang benar-benar akan diberangkatkan sesuai daftar tunggu,” katanya.
Untuk pemberangkatan calon jemaah haji bukan kewenangan Kemenag Lebak yang menentukan. Karena, pemberangkatan atau penentuan pemberangkatan jemaah haji masih menggunakan Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (siskohat).
“Jangan percaya bila ada orang atau oknum yang mengaku dapat mempercepat keberangkatan,” katanya.
Reporter : Nurabidin
Editor : Mastur











