PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sebanyak 72 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) berkolaborasi dengan mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) STKIP Syekh Manshur. Mereka menggelar Lokakarya Seni dan Sastra 2023 di Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang.
Lokakarya seni dan sastra ini merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh mahasiswa PGSD dan PGPAUD STKIP Syekh Manshur pada akhir semester IV.
Dosen Seni Rupa STKIP Syekh Manshur, Minhatul Maar’if mengatakan, lokakarya seni dan sastra ini merupakan implementasi hasil pembelajaran.
“Implementasi dari materi-materi pembelajaran di kelas. Ada beberapa materi yang diajarkan terkait perlengkapan sehari-hari,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu, 14 Juni 2023.
Materi yang diajarkan seperti seni menjahit, seni melukis, seni membatik, dan seni ecoprint. Ecoprint sendiri adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain dengan menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga.
“Kain yang baik untuk dijadikan bahan pembuatan ecoprint biasanya berjenis katun dan sutera. Ecoprinting kita hadirkan di sini karena memang ecoprinting baru dan belum pernah ada di Banten,” katanya.
Membatik ecoprint dapat menggunakan daun-daun di lingkungan rumah. Kemudian, daunnya diletakkan pada kain dan dilakukan pemukulan menggunakan media palu kayu hingga merata.
“Setelah itu akan membentuk gambar daun. Jadi ecoprint ini cukup mudah ya, tinggal dipukul-pukul saja, nanti dia akan membentuk motif sendiri,” katanya.
Proses membantik menggunakan teknik ecoprint kalau di kampus di Pandeglang, kemungkinan baru pertama dilakukan di STKIP Syekh Manshur.
“Saya rasa, ini pertama di Pandeglang karena memang saya belum melihat ada kampus yang membatik menggunakan ecoprinting. Harapan dari kegiatan ini menjadi bekal mahasiswa ketika lulus nanti, untuk memulai usaha-usaha baru di rumahnya masing-masing,” katanya.
Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia, PGSD STKIP Syekh Manshur, Yeni Sulaeman mengungkapkan, lokakarya ini bagian dari ujian akhir mahasiswa.
“Dalam pengaplikasian kehidupan sehari-hari, untuk mata kuliah seni rupa. Yang kedua, mata kuliah seni dan yang ketiga, mata kuliah bahasa dan sastra Indonesia. Kegiatannya meliputi pameran, seni lukisan, serta karya yang bisa diperjualbelikan,” katanya.
Salah satu pengunjung Lokakarya Seni dan Sastra 2023 STKIP Syekh Manshur, Indri mengungkapkan bahwa pameran seni rupa dalam lokakarya ini sangat inovatif.
“Di zaman sekarang kan sudah mulai berkurang ya yang seperti ini. Ini ditimbulkan lagi untuk generasi muda bisa mengenal, terus bisa membuktikan ya di Indonesia ini kan ya memang begini seni rupanya,” katanya.
Hasil karya para mahasiswa STKIP Syekh Manshur, menurutnya, menarik.
“Kita akan tunggu tahun depan dan semoga lebih menarik lagi,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











