SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten mendapatkan bantuan suntikan dana sebesar Rp 1,1 miliar dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Dana ‘titipan’ itu merupakan bantuan dekosentrasi yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemprov Banten dalam upaya stabilitas harga pangan.
Direktur Stabilisasi Pasokan Harga dan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, dana ‘titipan’ itu berbeda dengan Biaya Tak Terduga (BTT) yang dianggarkan oleh seluruh Pemda. Sehingga, meskipun pemanfaatannya ada kesamaan, untuk laporan penggunaanya jelas berbeda.
“Ini anggaran kami yang dititipkan ke daerah,” kata Dwi, Rabu, 14 Juni 2023.
Plh Sekda Banten, Virgojanti mengatakan, dana ‘titipan’ itu merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemprov Banten dalam rangka menjaga stabilitas pangan.
“Saya berbisik-bisik sama Bapanas, katanya, bu insya Allah Pemerintah Pusat bisa lebih banyak perhatian ke Banten melalui dana dekonsentrasi Rp 1,1 miliar,” kata Virgojanti.
Ia menuturkan, dana itu dialokasikan untuk menjaga stabilitas pangan. Pihaknya pun akan melakukan gerakan stabilitas harga pangan sebagai upaya menekan inflasi daerah.
“Stabilitas harga berarti berkaitan dengan inflasi, kemudian juga nanti ada program yang lainnya untuk kegiatan seperti pasar pangan murah dan sebagainya,” tuturnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banten, Aan Muawanah mengatakan, pada tahun ini pihaknya akan melakukan gerakan pasar murah di 92 titik. Dari jumlah itu, 10 titik di antaranya akan digelar menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.
“Rencana tahun ini kami lakukan gerakan operasi pasar murah di 92 titik. Dan kemarin menjelang Idul Fitri itu kita sudah gelar di 32 titik, sementara untuk menjelang Idul Adha ini kita rencanakan 10 titik.”
“Nanti sampai Desember biasanya sampai tanggal 31 Desember menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) itu pun kami akan tetap melakukan gerakan stabilitas harga,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono











