CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Tidak jauh dari Alun-alun Kota Cilegon terdapat sebuah monumen bernama Monumen Geger Cilegon.
Monumen itu terdiri dari bangunan berbentuk kubus dengan empat patung manusia dan macan di atasnya.
Salah satu patung menggambarkan sosok ulama memegang tongkat sambil menunjuk ke suatu arah, patung kedua menggambarkan seseorang berseragam tentara dengan senjata laras panjang di lengannya.
Patung ketiga menggambarkan seorang rakyat bertelanjang dada sambil memegang golok, sedangkan patung keempat menggambarkan seorang perempuan berpakaian tradisional.
Di bagian yang menyerupai kubus, di setiap sisinya terdapat ukiran yang menggambarkan perjuangan masyarakat dalam melawan penjajah.
Monumen itu sendiri merupakan monumen peristiwa bersejarah di Kota Cilegon, yaitu peristiwa Geger Cilegon.
Di area monumen itu terdapat sejumlah pilar yang menulis penjelasan singkat tentang sejarah Geger Cilegon.
Kondisi monumen itu saat ini cukup terawat dan indah dengan balutan cat berwarna emas. Di sekitar monumen pun terdapat taman yang dilengkapi dengan tempat duduk.
Geger Cilegon adalah sebuah peristiwa pemberontakan tani terbesar yang terjadi pada tanggal 09 Juli 1888 yang dipelopori oleh seorang tokoh agama yang bernama Haji Wasyid atau biasa disebut Ki Wasyid.
Walikota Cilegon Helldy Agustian mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah.
“Kita jangan melupakan sejarah, ini monumen yang sangat luar biasa bagi Cilegon. Generasi kita harus tahu sejarah Geger Cilegon, di mana perang melawan Belanda, itu jadi girah semangat, semangat untuk berjuang agar kita gak kalah dengan daerah lain,” ujar Helldy, Jumat 16 Juni 2023.
Helldy juga mengajak masyarakat untuk merawat monumen itu agar tetap indah sehingga masyarakat bisa terus mengingat peristiwa bersejarah tersebut. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











