SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sudin (30), warga Kampung Pasirgadung, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, terpaksa dipasung keluarganya sendiri lantaran kerap mengamuk.
Sudin mengalami gangguan jiwa sejak ditinggal orang tuanya.
Kakak kandung Sudin, Tuni mengatakan, Sudin mengalami gangguan jiwa sejak kedua orang tuanya meninggal dunia sekira 10 tahun lalu.
Sudin menjadi sering mengamuk dan pernah membakar rumahnya.
Karena tidak ingin Sudin terus mengamuk dan khawatir menyakiti orang lain, Tuni pun terpaksa mengurung adik bungsunya itu.
Sudin pun dikurung sejak lima tahun lalu.
Kini, Sudin juga mengalami kelumpuhan dan tidak bisa jalan.
“Mungkin karena kaku jadi enggak bisa jalan. Tadinya bisa,” ujar Tuni.
Ia juga mengaku, adiknya itu sudah diobati, baik medis maupun spiritual.
Sejak itu, Sudin pun lebih banyak berbaring.
Sudin ditempati di sebuah kamar dekat dapur dengan ukuran 2×2 meter.
Di dalam kamar itu juga disediakan saluran air untuk Sudin buang air.
Psikolog RSUD dr Drajat Prawiranegara, Sake Pramawisakti, meminta keluarga dan lingkungan tidak mengucilkan ODGJ. Apalagi memasung.
Kata dia, ODGJ juga manusia yang bisa berdaya.
“Maka harus diberdayakan. Sakitnya diobati,” ujar Sake. (*)
Reporter: Rostinah
Editor: Agus Priwandono











