CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Imam, anak berusia 13 tahun di Kelurahan Pabean,Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon ternyata tidak hanya menderita gizi buruk.
Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Imam pun ternyata menderita gangguan kesehatan lainnya.
Kepala Dinkes Kota Cilegon Ratih Puranamasari menjelaskan, selain gizi buruk, Imam menderita retardasi mental, epilesi, dan sindrom menghirup bensin.
Akibat penyakit retardasi mental dan epilepsi, Imam sempat dibawa ke salah satu rumah sakit di Jakarta pada tahun 2021 lalu.
“Imam Subarkah pernah dirawat di rumah sakit Jakarta karena mengalami retardasi mental, epilepsi, dan sindrom menghirup bensin,” ujar Ratih melalui ketarangan tertulis.
Dikatakan Ratih, saat ini, Imam memerlukan pengobatan yang berkelanjutan terutama untuk penyakit epilepsinya.
Imam pada 1 Juli lalu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon oleh Kepala Puskesmas Purwakarta beserta Camat Purwakarta dan lintas sektor lainnya.
Imam saat ini masih mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUD Kota Cilegon.
Terkait gangguan kesehatan yang dialami Imam, Ratih menekankan pentingnya pola asuh dalam penanganan Imam dan kasus serupa di masa depan.
“Keluarga dan orang-orang terdekat di sekitar Imam harus memberikan bantuan dan perhatian khusus terutama dalam jadwal minum obat secara teratur serta menyediakan makanan bergizi seimbang,” ujar Ratih.
Setelah pemulihan di RSUD Kota Cilegon, Dinkes akan memberikan sosialisasi kepada keluarga Imam terkait pola asuh yang tepat, termasuk pemberian makanan bergizi seimbang sesuai dengan usianya.
Upaya ini melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Pendidikan (Dindik), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, dan sektor lainnya.
Ratih juga menyoroti pentingnya kesadaran lingkungan, terutama dari keluarga terdekat, dan melaporkan kasus serupa ke Fasilitas Kesehatan.
Pencegahan harus dilakukan sejak dini mulai dari ibu hamil harus memeriksakan kesehatan secara rutin ke Puskesmas, pemberian makanan yang bergizi seimbang terutama di 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).
Bayi balita rutin di bawa ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap serta terpantau pertumbuhan dan perkembangannyasehingga kasus gizi buruk dapat dicegah.
Dalam kesempatan tersebut, Ratih juga berharap Imam bisa pulih sepenuhnya dan mendapatkan perawatan yang optimal.
Dalam hal ini dukungan dari masyarakat sangat penting dalam memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang tua yang merawat Imam saat ini untuk membantu memantau dan mengawasi perkembangannya.
“Dinas Kesehatan akan terus melakukan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Kota Cilegon agar terwujud derajat kesehatan yang optimal,” ujarnya. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











