LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Memprihatinkan. Jalan desa di Desa Rangkasbitung Timur dan Desa Pasirtanjung rusak parah.
Kondisi jalan desa itu sudah dirasakan masyarakat selama puluhan tahun. Padahal, jalan desa itu tidak jauh dari Kantor Desa Rangkasbitung Timur dan Desa Pasirtanjung dan pusat pemerintahan.
Jalan desa di Desa Rangkasbitung Timur dan di Desa Pasirtanjung tidak lagi dilapisi hotmix. Jalan desa itu hanya berupa tanah. Becek jika hujan turun.
Sumi, warga Desa Pasirtanjung, menjelaskan bahwa kondisi jalan desa itu sangat mengganggu aktivitas warga yang melintasinya.
“Jadi ini jalan desa. Setiap hari warga lewat sini, keganggu banget ya, apalagi saya lagi hamil,” katanya saat melewati jalan desa tersebut, Rabu, 12 Juli 2023.
Menurutnya, jalan desa tersebut sudah lama rusak dan tak kunjung diperbaiki hingga saat ini.
“Udah lama banget enggak pernah diperbaiki, pengennya mah ya diperbaiki,” ujarnya.
Jalan desa Pasirtanjung menghubungkan enam kampong. Yakni, Kampung Lebak Jambu, Jasinga, Ciranggong, Dalung, Cikaduen, dan Cibawang.
Senada diungkapkan Tobri, warga Desa Pasirtanjung. Ia mengatakan bahwa kerusakan jalan desa itu sudah berlangsung lama.
“Dari dulu kayak gini, padahal ini akses terdekat warga lewat sini, namun kondisinya berlubang dan becek apalagi ketika hujan,” katanya.
Dia berharap, Pemerintah Desa Pasirtanjung dan pihak terkait untuk segera memperbaiki jalan tersebut, apalagi sekarang jabatan Kepala Desa ditambah menjadi sembilan tahun.
“Pengennya ya ada perbaikan, karena ini kan rusaknya sudah puluhan tahun ya, jadi kapan lagi warga harus menunggu,” ucapnya.
Tobri membenarkan jika ada jalan alternative. Namun, kondisinya tak jauh berbeda dengan jalan desa yang rusak parah tersebut.
“Memang ada yang lebih dekat, tapi sama-sama rusak, kalau jaraknya juga lebih jauh lagi. Jadi alternatif lewat sini lebih dekat,” tuturnya.
Rudi, warga Kampung Cimanggu, Desa Rangkasbitung Timur, juga menyampaikan keluihan yang sama.
Katanya, jalan di desanya sudah rusak selama puluhan tahun.
“Rusak susah lama, terakhir di aspal jalan itu tahun 2008 ya, jadi sudah sangat lama sekali, hingga saat ini belum ada perbaikan lagi,” katanya.
Ia mengaku, pernah ada perbaikan jalan di Kampung Cimanggu. Itu pun menggunakan dana swadaya masyarakat.
“Kami dengan dana seadanya gotong royong memperbaiki jalan yang berlubang dengan mengecornya menggunakan semen,” ujarnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











