SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab Serang) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyalurkan bantuan keuangan untuk Partai Politik yang ikut kontestasi politik dalam pemilu pada 2019.
Tercatat ada sebanyak 12 partai politik yang mendapatkan bantuan keuangan dengan nominal bantuan sebesar Rp2,4 Miliar.
12 partai politik tersebut yakni Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, PDIP, Berkarya, PAN, Nasdem, PPP, PBB dan Partai Hanura.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, bantuan keuangan tersebut dinilai sangat penting untuk digunakan oleh partai politik untuk melakukan pendidikan politik kepada kader dan masyarakat.
“Bantuan keuangan dari pemerintah ini sangat bermanfaat untuk partai politik karena ini tujuannya untuk menyiapkan kader-kadernya guna meningkatkan sumber daya manusianya,” katanya, Senin 18 Juli 2023.
Ia mengatakan, ada peningkatan nominal bantuan yang diberikan pada partai politik untuk tahun ini. Namun jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk membiayai kegiatan-kegiatan pendidikan politik parpol.
“Karena kondisi keuangan di kabupaten Serang masih defisit maka disepakati angka untuk per suara nya Rp3.000,” jelasnya.
Namun, pihaknya meminta kepada Parpol untuk dapat bijak menggunakan anggaran tersebut dengan menentukan skala prioritas agar dapat dimanfaatkan dengan baik.
“Kalau dilihat dari cukupnya pasti tidak cukup tetapi bisa dibuat skala prioritas untuk kebutuhan partai yang bisa dibackup dari anggaran ini karena sudah ada ketentuan juga untuk penggunaan anggarannya,” jelasnya.
Tatu menjelaskan jika mengacu pada pemilu 2019 lalu, partisipasi masyarakat masih relatif rendah. Bahkan untuk pilkada, jumlah partisipasi masyarakat jauh lebih rendah dari pileg.
Untuk itu ia meminta kepada parpol untuk gencar melakukan pendidikan politik pada masyarakat agar tingkat partisipasi masyarakat dapat meningkat.
“Ini tentu baik di Pileg atau Pilkada kalau pendidikan politik itu bagus sama jadi partisipasinya di 70 persen. Nah ini jadi PR kita semua, baik pemerintah daerah maupun jajaran pimpinan parpol untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat supaya merka faham bahwa masyarakat punya andil jadi tidak boleh masa bodo,” jelasnya.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting guna menentukan nasib mereka ke depannya. “Karena calon legislatif atau pemimpin yang mereka pilih akan menentukan arah pembangunan di wilayah tersebut. Tentu masyarakat harus memilih orang-orang yang mempuni,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











