SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyadari informasi kebencanaan belum ramah disabilitas. Padahal, penyandang disabilitas juga masuk dalam kelompok rentan bencana.
Dwikorita mengatakan, Indonesia termasuk negara yang rawan bencana, bahkan multi bencana.
“Tapi sampai saat ini ada kelompok rentan yang belum menerima informasi dengan jelas,” ujar Dwikorita saat membuka seminar hybrid Hari ke 76 Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika dengan tema Informasi Cuaca, Iklim, Gempa Bumi, dan Tsunami Ramah Disabilitas, Kamis, 20 Juli 2023.
Ia mencontohkan, salah satu informasi yang belum dapat diterima jelas oleh penyandang disabilitas adalah prakiraan cuaca. “Belum ada bahasa isyarat yang bisa dipahami,” ungkapnya.
Padahal, lanjut Dwikorita, kelompok disabilitas rentan terhadap bencana. Untuk itu perlu diberikan informasi, sehingga bisa menolong diri sendiri bahkan orang lain saat terjadi bencana.
Berdasarkan data, ada 97 persen masyarakat yang bisa selamat dari bencana. Sebanyak 30 persen, mereka selamat karena menolong diri sendiri.
“Sebanyak 30 persen lain selamat karena dibantu keluarga dan saudara, sedangkan selebihnya ditolong orang lain,” ujarnya.
Untuk itu, ia menilai kemandirian untuk menolong diri sendiri sangat penting. “Itu yang harus dibangun,” tegasnya.
Dwikorita berharap adanya seminar ini dapat menindaklanjuti hal tersebut. “Jangan sampai ada kelompok rentan yang tertinggal. Kita perlu mewujudkan ketangguhan Indonesia termasuk kaum disabilitas,” ujarnya.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











