LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Bencana pergerakan tanah melanda Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, pada Rabu, 10 September 2025. Beberapanrumah warga rusak, satu di antaranya sudah ambruk.
Tembok rumah warga yang terdampak menjadi retak, lantainya terbelah. Kondisi itu membuat warga ketakutan.
“Kalau malam itu suka ada suara retakan, terus kadang tembok juga sekarang sudah mulai pada jatuh. Jadi kan saya takut, takut roboh. Makanya bagian dalam rumah enggak saya tempati, saya suka tinggal di dapur setiap hari,” kata Murtasiah kepada RADARBANTEN.CO.ID pada Rabu, 10 September 2025.
Murtasiah hanya tinggal bersama suaminya. Setiap hujan dan angin kencang atau gempa, ia mengaku, bersama suaminya harus berlari keluar rumah mencari tempat yang aman.
“Kalau malam suka takut, takut ketimpa rumah. Dari pemerintah memang sudah ada yang datang, tapi baru kasih sembako. Ibu (Murtasiah menyebut dirinya-red) bukan cuma perlu sembako, tapi juga perlu rumah. Dari mana bisa bangun sendiri, enggak ada modal, suami juga sudah tua,” ujarnya.
Ketakutan yang sama dirasakan Deni, warga yang rumahnya juga ikut terdampak pergerakan tanah. Meski dihantui rasa cemas, ia tak punya pilihan selain tetap bertahan.
“Ya takut lah, kalau malam suka enggak bisa tidur, paling tidur juga sejam dua jam terus bangun lagi. Apalagi tiap malam suka ada suara retakan. Pokoknya enggak aman lah, apalagi saya punya anak dan istri,” ucapnya.
Menurut Deni, ada sekitar empat hingga lima rumah yang sudah mengalami kerusakan parah. Namun, hingga kini, bantuan yang datang baru berupa paket sembako.
“Kalau bisa mah ini secepatnya ada bantuan rehabilitasi rumah, soalnya kami takut enggak bisa tidur kalau malam,” pungkasnya.
Editor: Agus Priwandono
Reporter : Nurandi











