CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry melayani 1,065 juta kendaraan logistik pada periode Januari hingga Juni 2023.
Jumlah data itu terdiri dari kendaraan golongan IVB,VB, VIB, VII, VIII dan IX. Sedangkan untuk barang, pencapaian semester I-2023, ASDP berhasil mengangkut hingga 1,01 juta unit yang tercapai 179 persen dari target sebanyak 565 ribu ton barang.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi menjelaskan, dari angka produksi tersebut, pada periode Januari hingga Juni 2023, ASDP berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp699 miliar dari total 1,065 juta unit dan naik 31 persen bila dibandingkan tahun lalu sebesar Rp534 milliar.
“Sementara dari barang curah yang diangkut sebanyak 1,2 juta ton barang, dengan total pendapatan sekitar Rp7,6 miliar,” ujar Ira, Jumat 21 Juli 2023.
Untuk tahun 2023 ini, ASDP menargetkan dapat meraih total pendapatan sebesar Rp5,6 triliun dengan capaian laba bersih sekitar Rp700 miliar.
Adapun produksi penyeberangan pada tahun ini, ASDP membidik target penumpang yang dilayani sebanyak 9,9 juta orang, kendaraan roda 2 dan 3 sebanyak 6,5 juta unit, kendaraan roda 4 sebanyak 6,6 juta unit, dan total barang yang diangkut sebanyak 1,9 juta ton.
Manajemen pun terus berupaya untuk menjaga stabilitas bisnis pasca Covid-19 ini dengan melakukan efisiensi dan memprioritaskan program yang mendatangkan profit.
Salah satu komitmen, ASDP terus mengakselerasi digitalisasi penyeberangan melalui layanan online ticketing Ferizy yang telah berlaku di empat pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk, serta penerapan metode pembayaran non tunai (cashless) dengan kartu uang elektronik, virtual account dan dompet elektronik yang penerapannya di lebih dari 25 pelabuhan ASDP yang telah mencapai 100 persen.
ASDP optimistis bisnis penyeberangan pascapandemi Covid-19 kian moncer dengan terus menghadirkan layanan prima, khususnya bagi sektor logistik yang menjadi penopang kinerja perusahaan.
Ira mengatakan, di era pandemi Covid-19 pada sekitar tahun 2020 tren penumpang maupun kendaraan penumpang yang menggunakan kapal ferry mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun 2019 sebelum virus tersebut melanda Indonesia.
Pemicunya, pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) bahkan sempat menutup layanan bagi penumpang secara total pada masa pandemi di awal tahun 2020 yang berdampak pada berkurangnya mobilitas masyarakat.
“Namun, untuk layanan sektor logistik masih beroperasi normal, sehingga ASDP tetap melayani secara penuh truk logistik yang membawa barang kebutuhan untuk tetap menjaga pasokan di daerah tetap stabil. Layanan sektor logistik inilah yang masih menopang bisnis penyeberangan ASDP hingga saat ini,” tutur Ira.
Salah satu pemicunya, lanjut Ira, Pemerintah sejak awal pandemi sangat mendukung aktivitas sektor logistik melalui penyeberangan, di mana tidak ada pembatasan bagi angkutan barang demi menyokong stabilitas bahan pokok di seluruh daerah.
Jika melihat angka, tren pengangkutan logistik melalui ferry terus meningkat tiap tahunnya, dan ini yang menjadi tumpuan kelangsungan bisnis ASDP. (*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Aditya











