SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Serang berencana akan melakukan pembinaan terhadap 44 pembudi daya ikan air tawar untuk meningkatkan kualitas produksinya.
Hal itu guna meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan pembudi daya, supaya budi daya ikan air tawar menjadi mata pencarian utama.
Kabid Perikanan Budidaya pada Diskan Kabupaten Serang, Uus Bustami mengatakan, tidak seperti budi daya ikan air payau dan laut yang sudah menjadi mata pencarian utama, budi daya ikan air tawar di Kabupaten Serang masih dianggap sebagai sampingan.
Untuk itu, pihaknya saat ini tengah menggencarkan pembinaan guna untuk meningkatkan jumlah produksinya sebanyak mungkin, untuk dapat dijual dengan jumlah besar.
“Fokus kita pada pembudi daya ikan air tawar kecil, yang mempunyai luas lahan kurang dari dua hektare dan teknologinya masih sederhana. Yang kita lakukan itu, pemberdayaan teknis, pemberian sarana prasarana melalui dana alokasi khusus, supaya produksinya terus meningkat. Kemudian, kita juga berupaya untuk banyak memunculkan pembudi daya ikan tawar pemula,” katanya, Senin, 31 Juli 2023.
Ia menjelaskan, ada 44 pembudi daya ikan air tawar di 12 Kecamatan yang bakal dibina. Yaitu, Kecamatan Anyar, Mancak, Gunungsari, Padarincang, Pabuaran, Ciomas, Cikeusal, Kragilan, Pamarayan, Pontang, Tirtayasa, dan Tanara.
Model pembinaannya dibuat kelompok, yang bertujuan supaya dapat bersinergi serta bekerja sama dalam meningkatkan jumlah produksinya.
“Kalau perseorangan memang bisa juga, tapi alangkah baiknya kalau berkelompok supaya bisa bersinergi, bekerja sama untuk menambah kekuatan dalam produksinya. Karena, ketika ada peningkatan produksi dan nilai produksinya bagus, otomatis akan ada penghasilan yang ujungnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain pembinaan, lanjut Uus, pihaknya juga bakal memberikan bantuan sarana prasarana kepada pembudi daya ikan air tawar. Salah satunya, pemberian benih ikan, pakan ikan, pembuatan kolam bulat, alat pengukur suhu air, alat tulis untuk manajemen kelompok dan lainnya.
“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pembudi daya dapat lebih bersemangat untuk meningkatkan jumlah produksinya serta budi daya ikan air tawar menjadi profesi utamanya. Selain itu, semoga dapat memunculkan pembudi daya ikan air tawar pemula lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Diskan Kabupaten Serang, Zaldi Dhuhana menambahkan, sebagian besar pemasaran ikan air tawar dilakukan keluar dari Kabupaten Serang. Karena, mayoritas masyarakatnya tidak terlalu suka makan ikan air tawar khususnya ikan nila, namun lebih suka memakan ikan bandeng.
“Pemasaran nila ini sebagian besar keluar, karena masyarakat Kabupaten Serang kurang begitu suka nila. Tapi, kalau orang Kota banyak rumah makannya menyediakan menu nila, makanya kita jual ke sana,” katanya.
Dikatakan Zaldi, budi daya ikan merupakan salah satu upaya untuk menangani stunting, karena ikan banyak mengandung mineral dan protein yang dapat mencegah anak stunting.
Di sisi lain, budi daya ikan juga bisa menjadi sumber pendapatan tambahan serta profesi utama masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.
“Jadi, program budi daya ini juga memberikan dukungan kepada penanganan stunting di Kabupaten Serang, hanya perlu diikuti dengan perubahan budaya masyarakat yang masih banyak menolak makan ikan. Padahal, kandungan gizinya lebih baik daripada memakan ayam maupun gorengan dan lainnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agus Priwandono











