LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Banjir yang merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, kembali terjadi beberapa hari lalu. Selain dipicu curah hujan tinggi, buruknya sistem drainase di kawasan permukiman warga dinilai menjadi penyebab utama banjir sulit surut.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan banjir di Wanasalam merupakan kejadian yang hampir selalu berulang setiap tahun. Menurutnya, persoalan mendasar terletak pada tidak tersedianya saluran pembuangan air yang memadai.
“Banjir ini memang banjir tahunan. Setiap tahun terjadi dan airnya sulit surut, bahkan bisa sampai lima bulan. Itu karena tidak ada pembuangan air, tidak ada saluran yang berfungsi untuk mengalirkan air keluar,” ujar Sukanta kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu 10 Januari 2026.
Ia menjelaskan, kondisi drainase di sekitar permukiman warga saat ini tidak berfungsi optimal. Akibatnya, air hujan tidak memiliki jalur keluar dan dengan cepat menggenangi rumah-rumah warga.
“Tidak adanya saluran pembuangan air itulah yang menjadi penyebab utama banjir,” katanya.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Lebak telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Lebak. Penanganan darurat difokuskan pada perbaikan serta pembangunan saluran drainase sebagai jalur pembuangan air.
“Kami mengusulkan agar segera ada penanganan. Pimpinan memerintahkan BPBD untuk berkoordinasi dengan PUPR. Saat ini sedang dilakukan penanganan dengan membuat drainase sebagai pembuangan air,” pungkas Sukanta.
Seiring surutnya genangan air, warga terdampak banjir kini mulai kembali ke rumah masing-masing. Aktivitas masyarakat pun perlahan kembali berjalan normal, meski masih menyisakan kekhawatiran.
Supardi, salah seorang warga Kecamatan Wanasalam, mengatakan kondisi lingkungan sudah jauh membaik dibanding beberapa hari sebelumnya. Warga memilih kembali ke rumah setelah air berangsur surut.
“Sekarang warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Airnya sudah surut walaupun masih ada sisa genangan di beberapa titik,” kata Supardi.
Meski demikian, ia mengaku warga masih waswas banjir kembali terjadi, terutama jika hujan deras turun dalam waktu lama. Pasalnya, persoalan drainase belum sepenuhnya tertangani.
“Kalau hujan deras, kami tetap waswas. Soalnya saluran airnya memang belum ada yang benar-benar berfungsi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan drainase permanen agar banjir tahunan tidak terus berulang dan merugikan masyarakat. Diketahui, banjir tersebut sebelumnya merendam sekitar 500 rumah warga di Kecamatan Wanasalam.*
Editor : Krisna Widi Aria











