SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pesepeda balap dari Serang Road Bike (SRB) kembali ambil bagian dalam event bergengsi. Kali ini, SRB mengikutsertakan 25 anggotanya untuk mengikuti Tour de Borobudur (TDB) XXIII.
Humas SRB, Rifki Haryadi mengatakan, TDB tahun ini mengusung tema Unity in Diversity. Pada hari pertama, pesepeda balap kompetitif melewati rute sejauh 113.7 KM dari Surakarta, melalui Pelupuh, Seragen, Waduk Batok, Kebun Teh Kemuning serta tanjakan ekstreem di Candi Cetho dan finish di Pura Mangkunegara.
“Dan di hari kedua sebagai hari favorit, seluruh pesepeda melewati beberapa destinasi wisata dalam perjalanan sejauh 103 KM mulai dari Surakarta, melintasi Klaten dan Sleman, dan berakhir di Candi Borobudur, Magelang,” kata Rifki dalam siaran pers yang diterima RADARBANTEN.CO.ID, Jumat 11 Agustus 2023.
Rifki mengungkapkan, dalam event tersebut banyak diikuti pesepeda balap dari berbagai daerah. Tim SRB dalam kompetisi tersebut menunjukkan performa terbaiknya. “Pada tahun ini dalam event Road Bike Tour de Borobudur yang diadakan akhir pekan lalu. Tim SRB meraih peringkat ke 10 atas nama Muhamad Iqbal dengan catatan waktu 0:39:22.6 dalam King of Mountains (KOM) Challenge Men Under 40,” ungkap Rifki.
Pada katagori Men 40 Up, sambung Rifki, tim SRB meraih peringkat 10 atas nama Hendry Syamsidi dengan catatan waktu 0:43:19.1. “Mereka berhasil mencatat prestasi luar biasa di sepanjang jalur sejarah yang ikonik, memberikan kombinasi sempurna antara olahraga dan eksplorasi budaya,” kata Rifki.
Rifki menjelaskan, event tersebut mengusung keanekaragaman kesatuan semangat untuk merayakan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. TDB menjadi wadah bagi para peserta, termasuk tim sepeda SRB, untuk menjelajahi cagar budaya dunia Candi Cetho, Candi Prambanan dan finish di Candi Borobudur dan sekitarnya melalui roda dua.
“Rutenya juga menantang dan pemandangan menakjubkan menjadi poin kunci dalam perhelatan tahun ini,” ujar Rifki.
Rifki mengatakan, dalam kategori kompetisi tersebut tim SRB menunjukan hasil yang luar biasa. Menghadapi medan yang menantang, anggota tim mampu mempertahankan kecepatan dan ketahanan, menaklukkan tanjakan-tanjakan curam, serta menjaga kelincahan dalam menaklukkan tikungan tajam.
“Partisipasi dalam Tour de Borobudur adalah kehormatan besar bagi kami. Kami tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi juga berusaha menggali nilai-nilai sejarah dan budaya yang ada di sepanjang jalur. Merasakan semangat Borobudur dalam setiap kayuhan pedal adalah pengalaman yang luar biasa,” kata Rifki.
Rifki menambahkan, selain meraih prestasi di kompetisi, Tim Sepeda SRB juga berperan aktif dalam mendukung tujuan keberlanjutan event. Mereka terlibat dalam aksi bersih-bersih dan penyuluhan lingkungan kepada pengunjung wisata serta menjadikan TDB sebagai platform untuk kesadaran lingkungan dan penghargaan terhadap warisan budaya.
“Tahun ini, Tour de Borobudur XXIII berhasil menarik perhatian lebih dari 1.200 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk beberapa tim sepeda ternama. Event ini tidak hanya menghasilkan momen kompetisi yang intens, tetapi juga memperlihatkan harmoni antara olahraga, budaya, dan lingkungan,” tutur Rifki. (*)
Reporter: Fahmi
Editor : Merwanda










