SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluruh pegawai Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten mengikuti upacara HUT ke-78 Republik Indonesia di halaman kantor, Rabu pagi, 17 Agustus 2023.
Pada momen itu, seluruh pegawai mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Seperti Kepala Kanwil Kemenag Banten Nanang Fatchurrochman yang menjadi pembina upacara, mengenakan baju cele.
Baju cele atau kain salele merupakan sebutan untuk pakaian adat Maluku yang dipakai oleh pria dan wanita dengan motif garis-garis geometris atau berkotak-kotak kecil.
Tak hanya Kakanwil yang mengenakan baju adat, seluruh peserta upacara pun turut memakai beragam baju adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Seperti Plt Kepala Bagian Tata Usaha yang juga sebagai Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Iwan Falahudin bersama Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat & Wakaf (Penais Zawa) Masyhudi, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Muhtadi, Kepala Bidang Pendidikan Agama & Keagamaan Islam (Pakis) Encep Safrudin Muhyi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Ahmad Bahir, Pembimbing Masyarakat Kristen Junit Sihombing, Pembimbing Masyarakat Katolik Osner Purba, Pembimbing Masyarakat Hindu Eko Sudono, dan Pembimbing Masyarakat Buddha Jumari.
Peserta upacara HUT RI ke-78 selain pegawai Kanwil Kemenag Banten, juga ditambah utusan dari delapan Kantor Kemenag kabupaten kota se-Banten, dengan peserta terbanyak dari Kemenag Kabupaten Tangerang di bawah pimpinan Ade Baijuri.
Usai upacara dilakukan penyerahan piagam Satyalencana atau tanda penghargaan kepada para pegawai yang sudah mencapai masa kerja 10, 20, dan 30 tahun. Termasuk penghargaan kepada para penyuluh agama Islam yang berhasil menjadi juara dalam nominasi penyuluh award tahun 2023.
Pada kesempatan itu, Kakanwil Kemenag Banten membacakan amanat dari Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas. Menag, seperti disampaikan oleh Kakanwil, meminta kepada ASN Kemenag untuk bersiap menyongsong dua hal, yaitu bonus demografi dan momentum kepercayaan internasional.
Selain itu, lanjutnya, Indonesia saat ini memiliki peluang besar untuk meraih Indonesia Emas 2045. Indonesia berada dalam momentum yang sangat baik untuk meraih posisi sebagai lima besar kekuatan ekonomi dunia.
“Peluang itu antara lain seiring adanya bonus demografi yang akan mencapai puncaknya di tahun 2030-an. Jika dipersiapkan dengan baik, kondisi ini akan mengantarkan bangsa ini meraih Indonesia Emas 2045. Sebab, 68 persen warganya adalah penduduk usia produktif, dan itu menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional kita,” ungkap Nanang
Kunci kedua, lanjutnya, menyongsong Indonesia Emas 2045 adalah terbangunnya kepercayaan internasional (internasional trust). Indonesia mendapat sejumlah amanah internasional, mulai dari Presidensi G20 dan Keketuaan di ASEAN.
“Kondisi yang dimiliki Indonesia saat ini harus dijaga, salah satunya dengan merawat kerukunan dan koeksistensi,” katanya.
Iwan Falahudin selaku ketua panitia pelaksana acara tersebut menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para panitia dan lainnyanya, seperti Masyhudi, Osner Purba, Ahmad Muafiq, Kokom Komariah, Ahmad Musadik, Ukun Kurniawan, Nurkholis Ali, Pengurus Darma Wanita Persatuan, dan para panitia perwakilan dari 8 kabupaten/kota.
Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan acara tersebut.
Editor : Aas Arbi











