Oleh: Tuti Yelvianti, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bina Bangsa
Belakangan ini polusi udara tengah menjadi pembahasan hangat, karena indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta cukup tinggi dan dikategorikan tidak sehat. Pada tanggal 14 Agustus 2023, berdasarkan situs pemantau kualitas udara, IQAIR, kualitas udara di Jakarta mencapai 153. Sudah banyak warga Jakarta baik orang dewasa maupun anak-anak yang mengeluhkan batuk–batuk dan sesak napas karena kualitas udara yang memburuk, polusi udara juga bisa jadi pemicu ISPA yang cukup berisiko.
Selain di Jakarta, pada tanggal 16 Agustus 2023 merujuk pada data situs pemantau kualitas udara IQAIR dengan indeks kualitas udara (air quality index/AQI), kualitas udara di Banten, khususnya di Serang menjadi juara polusi udara tingkat nasional berada pada level 170 AQI US dan memasuki kategori tidak sehat. Polusi udara ini disebabkan oleh kemarau yang panjang, peningkatan konsentrasi polutan tinggi, pembuangan emisi dari transportasi dan aktivitas industri.
Dalam jangka pendek polusi udara ini dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, mata dan kulit. Polusi udara juga dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan mual, kemudian beberapa penyakit juga dikaitkan dengan polusi udara, seperti pneumonia atau bronkitis, sedangkan dampak jangka panjang dari polusi udara dapat berlangsung selama bertahun-tahun hingga seumur hidup.
Seseorang yang terpapar polusi udara dalam jangka panjang mungkin akan mengalami penyakit jantung, kanker paru-paru, hingga emfisema. Polusi udara juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, otak, ginjal, hati dan organ lain. Beberapa ilmuwan menyebutkan bahwa polusi udara bisa menyebabkan cacat lahir. Masing-masing individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap polusi udara. Anak-anak dan lansia cenderung lebih sensitif.
Oleh karena itu, kita perlu mengenali cara menjaga kesehatan dari polusi udara, terutama untuk melindungi paru-paru atau saluran pernapasan, berikut cara menjaga kesehatan dari polusi udara :
Pertama, cara menjaga kesehatan dari polusi udara yang pertama yaitu menggunakan masker saat beraktivitas diluar ruangan, terlebih untuk yang sering menggunakan kendaraan bermotor atau berjalan kaki. Penggunaan masker cukup efektif untuk menghalau polusi karena dapat menyaring bakteri dan virus di udara agar tidak langsung masuk ke mulut atau hidung. Adapun jenis masker yang dianjurkan adalah masker sekali pakai dan tidak dipakai berulang. Pilih masker yang health graded, masker kesehatan bukan masker untuk naik motor biasanya.
Kedua, selagi status udara masih dalam kondisi yang mengkhawatirkan, sebisa mungkin hindari beraktivitas di luar ruangan terlalu lama. Khususnya ditempat-tempat yang dekat dengan jalan raya yang penuh dengan kendaraan bermotor atau area pabrik. Selain itu, pastikan tidak ke luar ruangan ketika polusi dalam tingkat tertinggi mulai dari siang hingga sore hari.
Ketiga, cara menjaga kesehatan dari polusi udara berikutnya yaitu membersihkan AC sesering mungkin, karena kuman di dalam pendingin ruangan AC yang sudah lama tidak dibersihkan justru lebih berbahaya daripada polutan yang ada di luar ruangan. Oleh karena itu, perlu melakukan pembersihan secara rutin, mininal sebulan sekali.
Keempat, ada baiknya memperbanyak tanaman yang diletakkan di dalam ruangan baik di kantor atau rumah agar sirkulasi udara menjadi baik. Meletakan tanaman di dalam ruangan dapat menyerap karbon dioksida yang berbahaya bagi paru-paru dan ditukar menjadi oksigen.
Kelima, selain melindungi dari luar, kita juga perlu melindungi dari dalam yaitu dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan demi meningkatkan daya tahan tubuh. Misalnya meningkatkan jumlah konsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin C, A, E yang efektif untuk menangkal radikal bebas. Sumber vitamin A bisa didapatkan dari brokoli, wortel, bayam, sawi hijau, paprika dll. Vitamin C bisa kita dapatkan dari apel, pepaya, stroberi, kembang kol dll. Sedangkan untuk memenuhi asupan vitamin E bisa didapatkan dalam buah alpukat, brokoli, lobak hijau dll.
Keenam, mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan banyak minum air putih agar saluran pernapasan tetap sehat, meningkatnya anti bodi dalam membersihkan polutan dan dapat mencegah terjadinya radang serta menyegarkan tubuh pada saat polusi udara.
Ketujuh, cara menjaga kesehatan dari polusi udara yang paling penting yaitu menerapkan gaya hidup sehat seperti mempertahankan sistem kekebalan tubuh, dengan makanan bergizi seimbang (terutama mengonsumsi makanan yang kaya bahan antioksidan alami, seperti sayur, buah dan kacang-kacangan), berolahraga secara teratur dan menghindari kebiasaan merokok.
Demikian artikel tentang dampak polusi udara dan pencegahannya. Semoga ulasan yang saya berikan bermanfaat untuk kita semua. Ayo kita jaga kesehatan dari polusi udara !











