SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seluas 573 hektare lahan sawah di Kabupaten Serang mengalami kekeringan dan terancam puso. Diketahui, hal ini akibat badai El Nino yang terjadi selama Agustus 2023.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo mengatakan, seluas 573 hektare lahan sawah itu tersebar di 13 kecamatan.
“Data yang sudah kami himpun ada 573 hektare yang terancam puso,” kata Radar Banten di ruang kerjanya, Kamis 17 Agustus 2023.
Ia mengatakan, dari luas 573 hektare tersebut, terbagi menjadi dua kategori kekeringan, yakni kekeringan ringan seluas 558 hektare dan kekeringan sedang seluas 15 hektare.
“Jadi belum ada yang masuk kategori kekeringan berat apalagi sampai puso, belum,” jelasnya.
Terkait wilayah yang mengalami kekeringan berjumlah 13 kecamatan itu, lanjutnya, tersebar di Kecamatan Jawilan, Cikande, Ciruas, Padarincang, Pamarayan, Cikeusal, Tirtayasa, Tanara, Pontang, Cinangka, Binuang, Tunjungteja, dan Mancak.
“Kekeringan ini terjadi saat umur padi 14 sampai 75 hari setelah tanam, ini bisa puso kalau tidak turun-turun hujan,” ungkapnya.
Kondisi tersebut diperparah oleh kondisi air laut yang masuk ke sungai-sungai sehingga menyebabkan air di irigasi tidak bisa dialrikan ke pesawahan warga.
“Tapi di wilayah lain di Pontang dan Tirtayasa air pasang naik ke atas sehingga tidak bisa diambil untuk pengairan sawah,” jelasnya.
Kendati demikian, Suhardjo mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, Cidurian (BBWSCCC) agar aliran sungai di Bendung Pamarayan bisa dialirkan ke beberapa kecamatan di Kabupaten Serang.
“Tapi melihat kondisi yang memang sedang pada surut, termasuk di Bendungan Sindangheula, seperti tidak akan memenuhi kebutuhan air,” katanya.
Nantinya untuk petani-petani yang mengalami gagal panen akan ada bantuan yang diberikan kepada mereka. Namun demikian pihaknya meminta agar petani memiliki asuransi agar tidak merugi ketika terjadi puso.
“Kita harapkan mereka memiliki asuransi pertanian, sebagian sudah memiliki tapi sebagian petani juga belum memiliki. Kalau terjadi puso petani akan dapat asuransinya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











