PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten mulai melaksanakan penutupan ruas jalan Mengger-Caringin secara total mulai hari Senin dini hari, 21 Agustus 2023.
Penutupan ruas Jalan Mengger-Mandalawangi-Caringin dilakukan karena Dinas PUPR Banten melalui kontraktor pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri akan melaksanakan pekerjaan di segmen 2 Tanjakan Bangangah, tepatnya antara Kampung Baru, Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi dengan Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.
Pada segmen 2 itu dilaksanakan pelebaran badan jalan pada tanjakan Bangangah, peningkatan badan jalan dengan rigid pavement, perbaikan elevasi, dan pekerjaan pemancangan sheet pile.
Penutupan Jalan Mengger-Caringin itu berlangsung selama empat bulan dari hari Senin, 21 Agustus 2023 atau Minggu 20 Agustus pukul 24.00 WIB sampai 30 November 2023.
Pelaksana PT Bangun Azima Cipta Mandiri Soni mengungkapkan, penutupan jalan Mengger-Caringin karena ada pengerjaan konstruksi segmen 2 di tanjakan Bangangah.
“Tanjakan Bangangah itu akan dilandaikan. Akan dilakukan pengerukan badan jalan sedalam 7 sampai 8 meter,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 18 Agustus 2023.
Selama pengerjaan itu, jalan satu-satunya harus menutup total ruas jalan Mengger-Caringin. Kalau dilaksanakan pengerjaan buka tutup tentunya berisiko terjadi kecelakaan.
“Karena kan alatnya juga gede jadi nutup jalan. Jadi enggak bisa dilakukan buka tutup jalan,” katanya.
Oleh karena itu, selama pekerjaan berlangsung, jalan satu – satunya harus ditutup karena tidak ada cara lain.
“Jadi kami memohon maaf selama pengerjaan ini pastinya akan menganggu aktivitas masyarakat. Karena harus diberlakukan pengalihan arus lalu lintas,” katanya.
Pengalihan arus lalu lintas, bagi pengendara dari arah Pandeglang bisa menggunakan jalan alternatif Labuan – Pandeglang. Jadi nanti ketika sudah sampai pertigaan Mengger berbelok ke arah kiri menuju Labuan.
“Bagi warga ingin melewati jalan Mengger – Mandalawangi masih bisa tapi sampai sebelum tanjakan Bangangah. Sedangkan bagi pengguna jalan dari arah Carita – Jiput, bisa menggunakan jalur alternatif mengambil arah ke Menes,” katanya.
Lebih lanjut Soni menjelaskan, pada saat penutupan nanti akan dibantu petugas dari Polres dan Polsek. Jadi semua dilibatkan membantu kelancaran penutupan jalan Mengger-Caringin.
“Rencana, Minggu malam Senen, pas jam 24.00 WIB ditutup. Jadi hari Senin pagi itu sudah ditutup jalan Mengger menuju Caringin,” katanya.
Waktu proses penutupan dilakukan malam hari untuk mengurangi keramaian kendaraan melintas di jalur mau ditutup.
“Kalau pagi atau siang hari, takutnya banyak kendaraan sudah telanjur masuk ke ruas Mengger-Caringin kan repot. Makanya penutupan jalur dilakukan malam hari, di jam 12 malam di saat arus lalu lintas kondisinya masih sepi,” katanya.
Penutupan secara total hanya di tanjakan Bangangah saja, kurang lebih sepanjang 700 meter. Sebelum tanjakan sebetulnya masih ada jalan alternatif yang biasa digunakan oleh warga setempat.
“Hanya saja memang medannya lumayan berat. Jadi sebaiknya menggunakan jalur alternatif dari simpang Mengger ke Labuan dan dari Caringin bisa mengarah ke Jiput lalu belok ke Menes,” katanya.
Camat Pulosari Gimas Rahadyan mengatakan, pelaksanaa pengerukan tanjakan Bangangah yang berlokasi di ruas jalan provinsi di wilayah Kecamatan Pulosari diharapkan dapat meminimalisir kecelakaan yang diakibatkan elevasi kontur jalan yang terlalu curam.
“Di samping itu karena jalur ini merupakan jalur wisata dan ekonomi aktif. Diharapkan ke depan setelah tingkat kecuraman jalan sudah melandai dan bisa dilalui angkutan umum,” katanya.
Lebih lanjut Gimas berharap, ada akses transportasi umum yang bisa melalui Kecamatan Pulosari.
“Sehingga aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan dapat ditingkatkan. Seiring lalu lintas transportasi yang dibangun semakin baik dan mendukung kebutuhan masyarakat Pulosari khususnya dan masyarakat kabupaten Pandeglang pada umumnya,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Aas Arbi











